Kisah Manusia Ular Asal India, Kulit Rontok Hingga Berdarah,Setiap 10 Hari Harus Lakukan Hal Ini!



Om Prakash dijuluki sebagai manusia ular karena mengidap kelainan kulit yang mengerikan di seluruh tubuhnya.

Kulit tubuhnya menghitam dan mengalami pecah-pecah.

Layaknya seekor ular, kulit Prakash berganti setiap sepuluh hari.

Gesekan yang timbul dari gerakan membuat kulitnya menjadi rontok dan mengeluarkan darah.

Ia divonis mengidap erythroderma.

Namun, kondisi keuangan yang terbatas membuatnya tak mampu menjalani perawatan.

Prakash pun hanya bisa menemui seorang dukun yang mengatakan kondisinya ini terjadi karena kutukan.

Akibatnya, para tetangga menjulukinya 'Tirku' yang berarti keripik kulit.

Meskipun demikian, para tetangga yang baik selalu memberinya minyak untuk mengurangi ketidaknyamanan yang ia rasakan.

"Kulitku sakit dan iritasi. Aku sangat ingin terbebas dari kondisi ini dan dapat hidup normal dan melangsungkan pernikahan," harapnya.

Para tetangga berharap, pemerintah bisa mengetahui kondisinya ini dan membantunya mendapatkan pengobatan.

“Dia adalah seorang pria yang luar biasa. Walaupun kondisinya menyakitkan, ia selalu tersenyum. Ia tidak pernah mengeluhkan masalahnya pada siapapun,” kisah seorang tetangganya, Rajender Singh Tomar.

"Aku terbiasa melihat Prakash sejak kecil, tapi seiring bertambahnya usia dia tampak semakin kesakitan," tambahnya.


Prakash menderita penyakit itu sejak usia 4 hari.

Awalnya, ia merasa gatal dan kakinya mulai berdarah.

Daily Mail Online ()

Dirinya juga merasa sakit dan radang di seluruh tubuhnya.

“Tetapi aku beruntung orang-orang tidak mengolokku. Walaupun kulitku seperti kulit ular, orang-orang bersikap baik padaku,” kata pria asal India ini.

Walaupun kulitnya seperti kulit ular, orang-orang bersikap baik pada dirinya.

Mereka suka memberi Prakash rokok dan makanan, dan mereka memperlakukan dirinya seperti seorang yang spesial.

Karena kondisinya itu, Prakash tidak bisa membantu kakaknya, yang bekerja sebagai buruh harian.

Ia menghabiskan waktu dengan membuat mainan dari tanah liat untuk anak-anak di desanya.

"Ini mengingatkanku akan masa kecilku. Dulu akau seorang anak yang periang dan senang bermain sepanjang hari, berlari, serta bermain petak umpet," tutur Prakash.