Balas Ucapan Kim Jong Un Soal Rudal Nuklir Dibawah Meja,Donald Trump Habis Dibully Netizen



Donald Trump menjadi bulan-bulanan di Twitter setelah cuitannya menanggapi pidato Tahun Baru Kim Jong Un menjadi trending di Twitter, Selasa (2/1/2018).

Pada kicauannya tersebut, Trump membual soal tombol nuklir yang ia miliki.

Hal tersebut menanggapi pidato Kim Jong Un sebelumnya yang menyatakan jika ia memiliki 'Tombol Nuklir' di bawah mejanya.

Ucapannya tersebut langsung ditanggapi oleh Trump melalui akun twitternya @realDonaldTrump.

"Pemimpin Korea Utara baru saja menyatakan jika 'Tombol Nuklir ada di mejanya setiap saat'. Adakah seseorang dari rezim yang kelaparan dan kehabisan makanan bersedia memberitahu jika saya juga memiliki 'Tombol Nuklir', tapi ini lebih besar dan lebih kuat daripada miliknya, dan tombol saya bekerja!" kicau Trump.

Sontak saja, cuitannya tersebut langsung dibanjiri beragam komentar dari para pengguna twitter yang membuat 'Tombol Nuklir' menjadi trending topic di Twitter karena telah ditwit sebanyak 63 ribu kali.

Namun, dari banyaknya komentar banyak yang menjadikan cuitan Trump sebagai bahan lelucon.

"Hai @Twitter bagaimana cara menghapus tweet orang lain?" tanya seorang netizen.

"Hai Donald Trump, apa yang lebih keren dari sebuah tombol nuklir yang besar? Itu tidak meledak pada negara yang kau pimpin," balan pemilik akun @Drewkimmel, seperti dilansir TribunStyle.com dari USMagazine, Rabu (3/1/2018).

"Seseorang tolong, ingatkan Donald Trump, ini bukan soal seberapa besar tombol nuklir tersebut, Ini soal bagaimana untuk menghindari itu," imbuh akun @hoveringirrafe.

"Saya siap untuk 2019 sekarang," tulis pemilik akun lain.

Sebelumnya, Trump juga menanggapi pidato Kim Jong Un yang hendak mengirmkan delegasi Korea Utara ke Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan, Februari mendatang.

"Sanksi dan tekanan-tekanan lain mulai berdampak besar pada Korea Utara. Banyak tentaranya yang melarikan diri ke Korea Selatan. 'Pria Roket' tersebut sekarang ingin berbicara pada Korea Selatan untuk pertama kalinya. Mungkin ini akan menjadi kabar baik, mungkin juga tidak. Kita akan lihat !" balas Trump.