Waspada! Pria ini Berikan Susu Anak Sambil Main Ponsel, Lihat Akibat yang Terjadi, Mengerikan!



Kewajiban menjaga dan merawat bayi bukan hanya di tangan sang ibu.

Kedua orang tua sudah seharusnya merawat buah hati bersama.

Orang tua harus perhatian dan berhati-hati dalam membesarkan dan menjaga si bayi.

Sebuah kasus tak terduga menimpa seorang ayah asal Singapura ini.

Semua ini bermula pada sebuah insiden pada 12 Oktober 2015.

Dilansir Straits Times, seorang ibu bernama Nurraishah Mahzan meminta tolong suaminya untuk memberikan susu pada anaknya.

Nurraishah harus menjalani tes medis.

Buah hati mereka pada saat itu masih berusia 3 bulan.

Pria bernama Mohamed Shiddiq Sazali ini pun memberi buah hatinya Reyhana susu dari botol.

Ayah berusia 28 tahun ini duduk menyilangkan kaki sambil memangku anaknya.

Ia meletakkan kepala Reyhana di tangan kanannya dan kakinya ada di pangkuan

Shiddiq memberi minum bayinya dengan tangan kirinya.

Sedangkan, tangan kanannya sibuk memainkan ponsel.

Awalnya, Reyhana dikabarkan kesulitan dan menolak untuk minum susu tersebut.

Ia bahkan menggunakan lidahnya untuk mendorong dot botol keluar dari mulutnya.

Sayangnya, Shiddiq yang sibuk dengan ponselnya tak memperhatikan buah hatinya.

Putrinya tersebut sempat menangis selama sekitar 2 menit.

Tapi, tiba-tiba Reyhana diam tak merespon.

Pada saat itulah, Shiddiq memutuskan untuk melepaskan botolnya.

Ayah ini kemudian meletakkan anaknya ke tempat tidur sambil menepuk punggungnya.

Pada pukul 10.20 pagi, kakek Reyhana pulang dan menemukan cucunya tak bernafas.

Tak hanya itu, denyut nadi terlihat lemah dan wajahnya pucat.

Saat menunggu bantuan medis datang, sang kakek coba melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) sambil menekan dada ucunya.

Sayangnya, bayi Reyhana tak selamat dan meninggal di hari itu juga.

Shiddiq pun dijadikan tersangka atas meninggalnya sang putri.

Ahli forensik menemukan 3 rusuk Reyhanan rusak sekitar 1-2 minggu sebelum kematiannya.

Pihak polisi tidak dapat memastikan penyebab kematian bayi Reyhana.

Tapi, dugaan mereka mati lemas tanpa disertai luka atau tersedak susu bisa jadi penyebabnya.

Misteri rusaknya tulang rusuk Reyhana juga sempat jadi misteri.

Reyhana terlahir secara normal pada 28 Juni tahun lalu.

Tapi, pada 9 Agustus ia sempat dibawa ke rumah sakit karena muntah darah.

Ia dipulangkan 8 jam kemudian karena sang ibu yang meminta.

Pada tanggal 26 Agustus, Reyhana terus menangis.

Setelah diperiksa, sang ibu mengatahui bahwa tempurung kepala putrinya retak.

Saat itulah, petugas perlindungan anak menyarankan agar Reyhana diawasi setidaknya oleh 2 orang dewasa.

Setelah meninggalnya Reyhana, polisi mengadakan tes kebohongan pada Nurraishah, Shiddiq dan kakeknya, Mahzan.

Saat itulah fakta sebenarnya terungkap.

Shiddiq gagal menjalani tes tersebut.

Belakangan diketahui bahwa sang ayah menjatuhkan bayi Reyhana pada 26 Agustus.

Pada saat itu, sang ayah yang sedang menggendong Reyhana melihat dot anaknya terjatuh.

Ia pun mencoba mengambil dot tersebut, tapi pada saat itulah Reyhana jatuh ke tanah dan bagian kepala belakangnya terbentur.

Shiddiq mengakui bahwa saat itu ia juga sedang memainkan ponselnya.

Akibat kejadian ini, Shiddiq dijatuhi hukuman penjara 6 bulan.

Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran ya.