Tipu Banyak Jamaah Umrah, Ini yang Dikatakan Bos First Travel Saat di Pengadilan, Bawa-bawa Akhirat



Masih ingat kasus First Travel? Biro perjalanan haji dan umrah yang bonafid namun bersoal di kemudian hari.

Pemiliknya sepasang suami istri, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan kini ditahan polisi sejak Agustus 2017.

Nyaris empat bulan ditahan polisi, pasangan suami istri yang membawa kabur puluhan miliar uang jamaahnya muncul di publik.

Tak ada lagi barang-barang mewah di tubuhnya.

Pasangan yang diduga menilep uang 40 ribuan calon jamaahnya ini hadir di rapat kreditur di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Selasa (5/12).

Tim pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) mendorong PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel untuk segera melakukan nota kesepahaman alias MoU dengan para vendor.

Pasalnya, MoU dengan vendor merupakan kunci bagi First Travel untuk memberangkatkan para jamaah.

Apalagi, mengingat ijin operasional perusahaan sudah dicabut oleh Kementerian Agama.

ANNIESA hASIBUAN ()

Salah satu pengurus PKPU First Travel Sexio Noor Sidqi mengatakan, MoU dengan vendor bisa dijadikan jaminan dasar perusahaan untuk diberangkatkan jamaah.

"Jaminan baru verbal yang disampaikan. Bagi kami MoU dengan vendor itu harus direalisasikan, okelah jika investor masih dalam proses. Jaminan dari mana tidak apa-apa yang penting ada kejelasan," jelas Sexio usai rapat, Selasa (5/12).

Pihaknya pun, mengatakan, jika pihak First Travel belum bisa memenuhi hal tersebut maka tim pengurus belum bisa melakukan voting.

"Paling tidak debitur belum harus merealisasikan itu sebelum voting pada 18 Desember," tambahnya.

Sebelumnya, kuasa hukum 6.000 lebih kreditur Anggi Putra Kusuma meminta MoU dengan vendor harus tertuang dan tidak dapat dipisahkan dari proposal perdamaian.

"Itu akan menjadi jaminan kepada para jamaah," ujar dia dilansir Kontan.co.id.

Adapun, berdasarkan Pasal 159 ayat 2 Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dapat menolak suatu perdamaian jika pelaksanaan perjanjian perdamaian tidak terjamin dan memiliki unsur penipuan.

Untuk itu tim pengurus dan hakim pengawas betul-betul mengawasi isi dari proposal perdamaian.

First Travel Klaim Dapat Investor

PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel mengklaim telah memiliki investor yang bersedia menunjang proposal perdamaian.

Investor itu disebut-disebut adalah salah satu bank nasional.

Kuasa hukum perusahaan Damba Akmala mengatakan, negosiasi dengan investor tersebut sudah berlangsung sejak lama.

"Adalah pokoknya penjaminnya (investor) dari bank nasional," ungkapnya usai sidang, Selasa (5/12).

Namun sayangnya, ia enggan mengatakan siapa bank yang dimaksud.

Damba berdalih, investor tersebut meminta untuk tidak disebutkan sebelum seluruh proses restrukturisasi utang selesai. "Akan kami sebutkan, tapi tidak sekarang," katanya.


Damba menyatakan, pihak bank tertarik dengan First Travel karena masih memiliki peluang bisnis yang cukup besar.

Di samping itu, pihaknya juga akan akan mempertimbangkan merubah proposal perdamaian.

Terutama soal skema vendor, agar MoU bisa segera dilaksanakan. Adapun berdasarkan pengakuannya, saat ini MoU sudah dilakukan kepada satu vendor yakni Ananta Tour yang bersisa sebagai operator keberangkatan.

Sekadar tahu saja, dalam rapat, mayoritas kreditur mempertanyakan MoU dengan para vendor. Pasalnya MoU tersebut merupakan dasar bagi First Travel dapat memberangkatkan jamaah.

Terlebih, saat ini izin operasional perusahaan telah dicabut oleh Kementerian Agama.

Bos First Travel: Maafkan Kami Dunia dan Akhirat

Direktur PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel Andika Surachman meminta maaf kepada para calon jamaah umrah usai sidang di Pengadilan Niaga Jakarta, Selasa (5/12//2017).Anniesa Hasibuan dulu tampil cetar dan kini setelah First Travel bermsalah harus tampil pakai baju tahanan (Instagram)

Hal itu ia sampaikan dalam rapat kreditur di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Selasa (5/12).

"Bukakan pintu maaf sebesar-besarnya atas penundaan pemberangkatan ke tanah suci. Mohon maaf sebesar-besarnya dari lubuk saya paling dalam," kata Andika dilansir Kontan.co.id. Di sebelah Andika, duduk istrinya Anniesa Hasibuan.

Andika juga menyampaikan, dirinya dengan sang istri Annisa Hasibuan tidak memiliki niat sedikit pun untuk tidak memberangkatkan para jamaah ke tanah suci.


Sehingga, pihaknya berharap adanya perdamaian dalam proses restrukturisasi utang (PKPU).

"Sebab hal ini merupakan tanggungjawab kami di akhirat kelak. Terlepas saya akan dipenjara, saya masih punya keinginan untuk memberangkatkan bapak ibu jamaah sekalian," tambah Andika.

"Hukuman di dunia telah kami terima, maka perkenankan kami memberangkatkan jamaah semua," imbuhnya.

Ini foto suami-istri yang menghebohkan dunia travel Indonesia ini:Anniesa Hasibuan (jilbab hitam) dan suami Andika Surachman (batik) di Jakarta, Selasa (5/12/2017). ()

Adapun sayangnya, dalam penyampaian di rapat kreditur baik Andika dan Annisa tidak menjelaskan jaminan pemberangkatan itu sendiri baik dari vendor maupun investor.

Pasalnya, hingga saat ini pihak perusahaan tidak membawa proposal perdamaian yang baru. Adapun sampai saat ini rapat kreditur masih terus berlangsung.(*)