Saat Rina Nose Lepas Hijab, Lihat Perjuangan Wanita ini Untuk Dapatkan Hidayah, Bikin Merinding

Tags



Rina Nose buat netizen heboh dengan penampilan terbarunya, putuskan lepas hijab, begini perubahan penampilan MC acara dangdut tersebut.

Perubahan gaya mengenakan hijab Rina Nose menjadi penyebab utama dirinya jadi bahan pembicaraan publik.

Netizen membanjiri sejumlah postingan Rina Nose di Instagram.

Penuh dengan warna dan model-model yang cute.

Namun ada yang berbeda dari jilbab yang dikenakan oleh Rina.Rina Nose (Instagram)

Biasanya Rina mengenakan jilbab dengan model yang lucu namun tetap menutup auratnya.

Bahkan tak sedikit netizen yang juga menginginkan model jilbab seperti milik Rina.

Kali ini Rina justru tampak mengenakan jilbab model turban.

Hijab jenis ini hanya menutupi rambut saja, hal itulah yang menjadi sorotan warganet.

Hingga puncaknya, Rina memposting foto dirinya melepas hijabnya dan tampil pertama kali di acara dangdut tanpa mengenakan hijab.

Banyak netizen menyayangkan keputusan Rina Nose iniRina Nose (Instagram)

Seperti komentar zia_nazia Sayang banget kalao lepas hijab, sangat sangat di sayang kan yaa robbi.. Hijrahh emang mudaah istiqomah yg mahal

Berbeda dengan Rina Nose, Tribun Sumsel mewawancarai wanita yang memilih pindah keyakinan dan memantapkan diri untuk menjadi mualaf.


Bagaimana susahnya mempertahankan hidayah tersebut ?

Bagaimana mereka mendapatkan hidayah ?

Berikut kisahnya

18 belas tahun lebih memeluk agama non muslim, Rusdiana Ningsih atau yang biasa di panggil Diana ini akhirnya memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada 4 Juni 2015 yang lalu dan kini resmi menjadi seorang mualaf.

Dijumpai di rumahnya di Jalan RA Abusamah Komplek Villa Sukajaya Indah perempuan kelahiran berusia (21) tahun tersebut dengan rama menceritakan kisah perjalanan hidupnya sampai menjadi seorang mualaf.

Suatu hari di tengah larutnya malam, ketika ia sedang hampir terlelap tidur, tiba - tiba saja ia mendengar suara azan berkumandang.

Diana lalu mendengarkannya lebih khusuk, azan itu terus berkelanjutan sampai akhirnya ia tersadar kalau azan itu tidak ada di tengah malam.

"Suara azan tepat seperti didepan kedua telinga saya", singkatnya.

Ia langsung terkejut dan kebingungan, keesokan harinya ia menceritakan pengalamannya semalam kepada orangtua angkatnya yang tinggal tak jauh dari rumahnya.

"Kebetulan orangtua angkat beragama Islam lalu saya langsung ceritakan kepadanya, karena saya tidak mengerti apa arti suara azan tersebut", jelasnya.

Diana sendiri terlahir sebagai pemeluk agama Budha, ibunya keturunan Tionghoa sedangkan ayahnya asli keturunan Jawa.

Mirisnya Diana tidak mengetahui pasti jejak ayahnya, karena sejak kecil ia tidak pernah melihat ayahnya.

Sementara ibunya tidak tinggal bersama dirinya lagi.

Ia tinggal bersama kakak perempuan ibunya dan adik ibunya.

Yang lebih spesialnya di dalam rumah tersebut ada dua orang mualaf dan satu orang non muslim.

Kakak wanita ibunya adalah seorang mualaf yang lebih dulu memeluk Islam, sedangkan adik laki - laki ibunya non muslim.

"Kami di dalam rumah tetap menjalin kekeluarga dengan erat meski ada yang berbeda kepercayaan", tegasnya.

Diana ()

Sambil tersenyum ia mengatakan dirinya juga pernah mendapatkan mimpi yang kala itu berhasil menggugahkan hatinya.

Pernah disuatu malam setelah sebelumnya juga pernah mendengar suara azan ditengah malam.

Ia bermimpi sedang berada disebuah tempat yang sangat luas dan semua yang dipandangnya hanya berwarna putih.

Setelah itu muncul suara seorang laki - laki yang kemudian menyampaikan seruan bahwa ia adalah salah satu orang yang terpilih.

"Ia bilang nak kamu adalah orang yang terpilih, Islam agama Allah SWT yang benar", terangnya sambil duduk di dekat Al - Quran.

Berselang beberapa hari ia meminta bantuan temannya untuk mengantarkannya menuju Masjid Cheng Ho agar bisa segera membantunya masuk Islam.

"Saya sangat yakin kala itu dan bahkan sampai tidak sabar untuk cepat - cepat di Islamkan", jelasnya.

Perlahan - lahan ia pun segera belajar shalat dan menghafal ayat - ayat pendek suci Al - Quran.

"Alhamdulilah sekitar empat bulan setelah masuk Islam saya sudah bisa shalat dan menghafal beberapa ayat pendek", katanya.

Beberapa bulan setelah itu ada lagi kejadian yang cukup membuatnya mengetahui kebesaran Allah SWT.

Kala itu ia dimalam hari ia sedang berguling ditempat tidurnya sendirian, spontan ia terasa ada sesuatu yang berat sedang menindih tubuhnya.

Kemudian ia segera melihat bagian punggung belakang tubuhnya, dengan sadar Diana melihat sosok hitam berukuran anak kecil sedang duduk diatas punggungnya.

Ia cukup takut, kemudian Diana langsung membacakan ayat - ayat suci Al Quran yang baru yang pelajari.

Seketika setelah membaca ayat - ayat suci tersebut langsung saja tangan kanannya mengayunkan ke arah bayangan hitam tersebut.

Betapa terkejutnya ia setelah bayangan tersebut bisa ia rasakan dan berhasil terpental jauh dari tubuhnya.

"Ya Allah, betapa besar kekuatanmu dengan ayat sucinya saya tanpa rasa takut berhasil mementalkan sosok bayangan hitam itu dan langsung sosok tersebut menghilang", ungkapnya sambil mengingat.

Beberapa pengalaman yang ia alami kini berhasil membuatnya semakin teguh untuk mendalami ajaran Islam, terbukti dari kesehariannya yang selalu shalat wajib lima waktu.

"Saya juga bercita - cita untuk menjadi seorang hafidzon", terangnya.

Subhanallah