Pengemis Diusir Pegawai Toko Roti Karena Menjijikan, Namun Bos Toko Malah Melayaninya dengan Hormat



Pegawai dan pelanggan mengerutkan dahi pada pria yang sepertinya seorang pengemis dan bahkan mengusirnya.

Tapi pemilik toko melangkah maju dan memberi pengemis roti yang masih baru.

Pengemis yang kotor dan bau itu memasuki toko untuk membeli roti.

Dilansir viral4real pelanggan yang mengantre mulai menjauhkan diri karena mereka merasa jijik dengan penampilan pria itu.


Melihat betapa jijiknya pelanggan, para pegawai mulai melangkah masuk dan mengusir orang itu.

Para pegawai meneriakinya, "Pergilah ke tempat lain untuk berkeliaran!"

Pengemis itu lalu mengeluarkan uang kotor dan kusut dan menunjukkan kepada pegawai itu.

"Saya ingin membeli roti. Yang termurah tolong."


Para pegawai terus mendorongnya keluar dari toko roti sampai pemiliknya mendekati mereka.

Pemiliknya membungkuk antusias kepada si pengemis dan berkata, "Terima kasih atas bisnis Anda! Tolong datang lagi!"

Pengemis itu merasa tersentuh dan tersanjung karena ini adalah pertama kalinya dia diperlakukan sebagai pelanggan.

Pengemis itu lalu pergi dengan makanan panggang segar.


Cucu pemilik toko roti itu tidak bisa mengerti tindakannya jadi dia bertanya,

"Kakek, mengapa Anda melayani pengemis dengan antusias?"

Pemilik toko roti itu menjelaskan, "Dia mungkin seorang pengemis tapi hari ini dia adalah pelanggan bagiku!"

"Dia ingin makan roti yang baru dipanggang dan menghabiskan banyak waktu untuk meminta uang untuk membeli roti saya."

"Ini benar-benar kehidupan yang sulit baginya jadi saya harus melayani dia secara pribadi."

"Jika tidak, saya akan mengecewakannya karena ingin membeli roti saya sebagai pelanggan! "

Cucu laki-lakinya bertanya, "Kalau begitu, mengapa Anda mengambil uangnya?"

Pemilik toko roti itu menjawab, "Hari ini, dia adalah pelanggan. Bukan seorang pengemis yang datang untuk mengemis makanan jadi kita harus menghormatinya."

"Jika kita tidak menerima uangnya, bukankah itu akan menghina dia?

"Kita harus ingat untuk menghormati setiap pelanggan yang membayar yang masuk karena bisnis kita terus berjalan oleh pelanggan setia kita."

Sang cucu mengangguk dan mengerti maknanya dari kata-kata itu.

Saat menjalankan bisnis yang jujur, pemilik tidak boleh memilih siapa yang mereka layani.

Rasa hormat yang mereka tunjukkan terhadap pelanggan mereka selalu direspon.

Pemilik toko roti yang disebutkan dalam cerita ini adalah kakek Yoshiaki Tsutsumi, pemilik toko roti.

Selama gelembung ekonomi Jepang di akhir 1980an, Tsutsumi adalah orang terkaya di dunia dalam waktu singkat.