Ini Status Terakhir Korban Pasangan Kekasih yang Tewas di Puncak, Komentar Temannya Bikin Merinding

Tags

kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalur Puncak, Sabtu (22/4/2017) menjadi perhatian banyak orang.

Terlebih kecelakaan maut tersebut menewaskan 4 orang.


Dua diantaranya adalah sepasang kekasih bernama Diana Simatupang (24) dan Okta Riansyah (26).

Berita duka tewasnya mereka berdua ini membuat geger banyak orang.

Pasalnya, keduanya diketahui akan segera melangsungkan pernikahan.

Ditelusuri dari akun Facebook mereka, diketahui keduanya bekerja di sebuah perusahaan dealer mobil.

Mereka juga sering mengunggah foto saat mereka bersama.

Di akun Facebook Okta, ia juga sempat membuat status di akunnya.

Dan, status Facebook-nya yang terakhir membuat netizen tertegun.

Status terakhirnya itu menggambarkan kalau ia baru sembuh dari sakit.

Memang, beberapa hari sebelumnya ia juga membuat status yang memberitahukan kalau ia sedang jatuh sakit.

"Bosen disini,, 
Pengen cepet sembuh, dan cepet Kerja" tulis Okta yang ia posting pada tanggal 11 April 2017.

Di komentar postingan itu, ia memberi tahu kalau ia sakit tifus.

Namun ia kembali menuliskan status kalau ia sudah sembuh dari sakitnya.

"Bismillah,hari pertama setelah sakit, semangd mengejar impian" tulisnya tanggal 17 April 2017.

Namun, yang menjadi perdebatan netizen adalah adanya komentara seorang temannya di Facebook.

Seorang pengguna akun bernama Abdoel Aza mengomentari status Okta yang membuat netizen terkejut.

"mimpi buruk ga usah di kejar tar juga dtg" tulis Abdoel Aza pada tanggal 18 April 2017.

Sontak netizen yang membaca komentar Abdoel Aza ini langsung mengomentari balik.

Banyak dari mereka yang bertanya-tanya maksud dari Abdoel Aza menuliskan komentar itu.

Rizka Dwi Kania : Ucapan itu adalah Doa. Mangkannya jgn pernah berucap sembarangan apalgi yg negative!

Zulfa Ufa : Semoga husnul khatimah, Cepet atau lembat doa baik atau buruk akan kembali kepada Yang mengucapkan,

Yesi Mutiara Putri : Semua perbuatan pasti akan ada balasan, ingat janji Allah.

Rifandi AL Hanif : Ucapan itu adalah doa. Kalau cakap kita negativ hukum karma pasti ada dimanapun kita berada.

Dirun Her : Zaman Waduh horang ini bisa ngeramal

Andry Anggara : Setiap orang punya jalan nya masing masing masalah kematian hanya tuhan yang tau...gmna cara nya manusia meninggal nanti nya...

Handiga Pratama : jgn berburuk sangka dulu, siapa tau mas abdul ini hanya sebagai "perantara tanda", orang yg akan menemui ajal selalu memiliki pertanda.. bisa lewat apapun, bisa lewat siapapun. Wallahualam..

Aditya Bandono : Waduh kenapa gak jadi paranormal aja mas,manjur bener kata2nya....hati2 kalo berucap,memang lidah tak bertulang.sebagian besar dosa manusia emg dari ucapan

Bombo Mate : Yg punya abdul aza semoga bs menjelasin maksud dr komentarnya?

Belum ada balasan komentar lagi dari akun Abdoel za terkait komentar pertamanya itu.

status terakhir (Facebook)

Diketahui, Diana dan Okta tewas setelah ditabrak bus di Tanjakan Selarong.

Mereka berencana menghabiskan akhir pekan bersama rekan-rekannya di sebuah vila di Puncak Bogor.

Mereka berdua bersama rombongan teman-temannya ‎mencoba untuk berwisata di daerah yang terkenal dengan kesejukannya itu menggunakan sepeda motor.

Namun, ternyata takdir berkata lain.

Dalam perjalanan, Diana dan Okta menjadi bagian dari korban tabrakan beruntun tersebut.

Berdasarkan penuturan teman dekat keduanya, Bambang, ia bersama rekan-rekannya sengaja berlibur ke Puncak dari Tangerang.

Rombongannya itu berjumlah sepuluh orang, terdiri dari satu mobil dan tiga motor.

Menurut Bambang‎, rombongan itu terpisah saat berangkat menuju vila yang mereka pesan.

"Jadi posisi yang barengan sama Okta (dan Diana, red)‎ itu saya doang. Yang satu lagi, masih nyusul. Dan yang mobil udah nyampe vila malah dia," kata Bambang, ketika TribunnewsBogor.com temui di RSUD Ciawi usai kejadian.

Bambang juga mengatakan bahwa kecelakaan yang merenggut dua sahabatnya itu terjadi ‎sangat cepat.

Ia juga mengatakan, memang saat sebelum kejadian, posisi motor Okta dan Diana ada di depannya dengan jarak cukup jauh.

"Saya buru-buru nyusul. Ternyata saya ngeliat jarak 100 meter, itu ada bus udah ngebul. Kata saya ada apa ini, saya parkir dan tinggalin motor saya. Saya lari ke sana, saya lihat ada temen saya atau tidak," kata Bambang.
Awalnya, ia sempat lega karena dirinya tidak menemukan teman-temannya yang dikhawatirkan menjadi korban.

Kemudian Bambang mengajak istrinya untuk langsung ke atas, berharap teman-temannya itu sudah di atas dan tidak menjadi korban.

Namun, ketika Bambang melewati bagian belakang bus penyebab kecelakaan itu, ia mendapati sesuatu yang tidak ia harapkan.

Bambang melihat kalau sahabatnya itu, Okta sudah terbaring di jalan dan meninggal di tempat.

Sedangkan Diana dalam keadaan kritis.

"Ketika saya ngelewatin belakang bus, jarak sepuluh meter, ternyata temen saya udah meninggal yang Oktariansyah‎, kalo Diana sempet napas di situ," ungkap Bambang dengan lirih.

Oktariansyah meninggal di tempat kejadian, sedangkan Diana Simatupang meninggal di RSUD Ciawi.

Mereka berdua merupakan dua dari empat korban tewas dalam tabrakan maut di Turunan Slarong.

Motor Okta dan Diana tertabrak secara beruntun setelah sebuah mobil bus pariwisata dari arah Puncak melaju turun kencang karena kondisi rem blong.