Ya Allah Kasihan, Saat Suami Idap Tulang Rapuh, Wanita ini Divonis Kanker, Mau Berobat Tak Ada Biaya



Satu tahun yang lalu Murni (50) sudah mulai merasakan gejala sakit dibagian perutnya. Rasa sakit tersebut selalu menyerangnya secara tiba - tiba.

Karena tidak terlalu berfikir buruk ia hanya meminum obat biasa saja untuk menghilangkan sakit diperutnya, Senin (4/8/2017).

Keadaan tersebut semakin memburuk seiring berjalannya waktu, pekerjaannya pun mulai terganggu.

Keseharian Murni sendiri adalah sebagai pembantu rumah tangga (PRT), ia sudah bekerja selama bertahun - tahun.

Puncaknya Murni yang tinggal di Jalan gotong royong 3 Kelurahan Suka Maju tersebut akhirnya mengalami tekanan mental setelah tahu bahwa ia mengidap kanker serviks.

"Sudah tidak tahan lagi karena perut saya sakit sekali, 2 bulan yang lalu saya coba periksa di rumah sakit umum Mohammad Hoesin dan ternyata saya terkena penyakit kanker serviks", jelasnya.
Ilustrasi ()

Yang lebih memilukan lagi kanker serviks yang menyerang Murni sudah memasuki stadium 3B.

"Saya sangat takut setelah mengetahuinya, biaya pengobatan juga sangat mahal bagaimana saya bisa menyembuhkan penyakit ini", terangnya.

Memasuki stadium 1 dan 2 murni memang tidak terlalu merasakan sakit diperutnya.

Ia juga tidak bisa berobat langsung menuju rumah sakit karena tidak ada biaya.

Ditambah lagi penghasilannya dari bekerja harus terbagi untuk membayar kontrakan rumah yang ditempatinya.

Suaminya Arpan (56) tidak bisa membantu mencari uang lagi setelah terserang penyakit rapuh tulang yang menyerangnya beberapa tahun yang lalu.

"Suami saya dulunya bekerja sebagai supir disebuah perusahaan swasta, ia sudah berhenti semenjak terserang penyakit rapuh tulang yang membuatnya tidak bisa terlalu lama bekerja berat", terangnnya.

Keadaan Murni sekarang sudah cukup memprihatinkan, dalam waktu beberapa hari saja rambutnya mulai mengalami kerontokan sehingga tidak menyisakan satu helaipun.

3 minggu sekali ia harus menjalani kemotrapi di Rumah Sakit.

Sayangnya peralatan yang ada tidak bisa mengobati Murni, ia disarankan oleh dokter harus menjalani pengobatan di Jakarta.

Jika tidak keadaan Murni akan semakin memburuk dan kemungkinan terburuknya ia bisa menyentuh stadium 4.

"Kata dokter bila sudah sampai stadium 4 kecil kemungkinan penyakit saya untuk bisa disembuhkan", jelasnya dengan nada pelan.

Kegelisahannya semakin menjadi - jadi karena ia tidak memiliki uang untuk menjalani pengobatan di ibu kota.

"Mau bagaimana lagi saya bingung, memang ada kedua anak saya yang sudah bekerja mereka juga selalu membantu, tetapi masih banyak keperluan lain yang harus dibayar selain berobat penyakit saya", ungkapnya.