Wanita Wajib Baca Inilah Siklus HAID Menurut pandangan Islam, Dan mengapa Siklus Haid Tidak Teratur



INFOMOESLIM - lamanya masa haid berbeda bagi setiap perempuan. Biasanya ada beberapa kategori, yaitu perempuan yang baru mulai mengalami haid, perempuan yang sudah biasa haid, dan perempuan yang kondisi haidnya tidak teratur.

Perempuan yang baru mengalami haid masa maksimal haidnya adalah 15 hari. Lebih dari masa itu dianggap darah istihadhah(darah penyakit).

Perempuan yang sudah biasa haid, maka patokannya berdasarkan kebiasaan (al-‘adah) adalah 6 atau 7 hari. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah saw kepada Hamnah binti Jahsy saat ia konsultasi pada beliau saw, “Engkau berada dalam keadaan haid menurut ilmu Allah swt, selama 6 atau 7 hari. Kemudian hendaklah kamu mandi dan shalat selama 24 hari, serta malamnya atau 23 malam, karena itu sudah cukup bagimu. Hendaknya kamu lakukan seperti itu setiap bulannya, sebagaimana kebiasaan perempuan didatangi haid. Mereka hendaklah menentukan masa haid dan masa sucinya,” (HR Abu Dawud, An-Nasa’i, Ahmad, At-Tirmizi dan ia menshahihkan hadits ini, sedangkan Al-Bukhari menganggap hadits ini Hasan).

Perempuan yang haidnya tidak teratur, maka lama haidnya berdasarkan warna darah. Sebab, darah haid berbeda dengan darah istihadhah dari segi warna, kekentalan, dan baunya. Oleh karena itu, seorang perempuan hendaknya mengamati warna darahnya yang keluar, sebagaimana hadits Fathimah ra binti Abu Hubaisy, Rasulullah saw bersabda, “Jika darah itu adalah darah haid, maka warnanya hitam dan pasti dapat diketahui.”

Diperjelas lagi oleh hadits dari Ummu Salamah ra, ia meminta fatwa kepada Rasulullah saw mengenai seorang wanita yang selalu mengeluarkan darah. 

Nabi saw bersabda, 

“Hendaklah ia memperhatikan bilangan malam dan siang selama haid, serta kadar hari-harinya pada setiap bulan. Setelah mengetahui waktu haid dan kadarnya, hendaklah ia menghentikan shalat pada waktu-waktu tersebut. 

Sesudah waktu haid tersebut berakhir, hendaklah ia menutupi kemaluannya dengan kain, lalu kerjakanlah shalat,” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Berdasarkan penjelasan di atas, darah yang keluar setelah selesai masa 9 hari haid Anda tersebut tidak lagi dianggap sebagai darah haid, namun darah tersebut adalah darah istihadhah. Ummu Athiyah ra berkata, “Kami tidak menganggap warna kuning atau keruh (flek) itu sebagai darah haid setelah suci,” (HR Abu Dawud dan Bukhari, tetapi ia tidak menyebut kata ‘setelah suci’). Wallahu ‘alam.