Tahukah kita bahwa ini akibatnya... Jangan Pernah Merasa Telah Banyak Beribadah



www.infomoeslim.com - kita sering tertipu perasaan sendiri, merasa sudah banyak beribadah, merasa sudah banyak melakukan kebaikan.

"Saya sudah menyumbang sekian juta untuk Palestina dan selalu menjadi donatur program-program sosial yang ditawarkan oleh lembaga manapun..."

"Setiap hari saya tidak hanya shalat 5 waktu, tapi juga shalat sunah Dhuha, Tahajud, serta sunah qobliyah dan ba'diyah..."

"Saya bukan cuma khatam 1 juz sehari, melainkan 3 juz. Dan itu konsisten sudah berjalan puluhan tahun..."

"Saya sudah hafal 30 juz Al Quran beserta arti dan juga hafal ribuan hadits..."

Lalu kenapa? Bukankah nikmat Allah jauh lebih besar daripada amal ibadah yang kita lakukan?

Ada beberapa bahaya atau keburukan jika hati kita merasa telah banyak melakukan ibadah:

1. Merasa layak menghuni surga

Orang yang merasa sudah banyak beribadah biasanya terlena dan merasa sudah sanggup membeli surga. Padahal surga tidak dapat dibeli dengan amalan kita, melainkan dengan keridhoan Allah. 

Kira-kira... Allah ridho kah dengan orang yang merasa telah banyak melakukan ibadah? Ataukah Allah lebih menyukai orang-orang yang selalu merasa kurang amalannya? Serta merasa harap-harap cemas atas amalannya itu. Berharap Allah menerimanya.

2. Ingat... Iblis pun dulunya adalah ahli ibadah

Apalah artinya ibadah kita dengan ibadah yang dulu Iblis lakukan dalam menyembah Allah. Iblis menjadi salah satu makhluk paling taat beribadah padaNya. Namun semua itu hangus karena kesombongannya.

3. Perasaan lebih baik dari yang lain/Takabur/ Ujub

Orang yang merasa sudah banyak melakukan ibadah otomatis merasa bangga terhadap dirinya dan seringkali merasa lebih baik dari yang lain. Padahal belum tentu.

Bagaimana pun banyaknya ibadah kita, ridho Allah adalah tujuan, jika niatnya hanya untuk riya' dan ujub, maka tiadalah ada nilainya amal ibadah tersebut di hadapanNya.

Sahabat Ummi, semoga kita senantiasa menyadari pentingnya beribadah dengan ikhlas, tidak menghitung-hitung amalan ibadah kita, seolah-olah sudah terkumpul amat banyak setinggi gunung.