Sungguh Sedih Membaca Cerita Inspiratip Ini, Jono Dibuang karena Buruk Rupa, Begini Nasibnya Kini



INFOMOESLIM - Masa kanak-kanak seharusnya menjadi masa yang menyenangkan. Itulah masa dimana kita mendapat kasih sayang yang penuh dari kedua orang tua.

Namun ada juga pasangan orang tua yang menyia-nyiakan anak-anak mereka sejak lahir. Seperti kisah seorang pria yang disia-siakan kedua orang tuanya sejak lahir karena dianggap memiliki wajah yang jelek.

Meskipun begitu, pria bernama Jono Lancaster itu tetap berpikiran positif kepada kedua orang tuanya. Dia sekarang malah menjadi seorang guru dan motivator terkenal yang mampu memberikan inspirasi bagi banyak orang.

Jono yang sekarang berusia 33 tahun menderita sindrom Treacher Collins sejak lahir. Sindrom ini membuat penderitanya mengalami cacat fisik yang sangat mengganggu.

Akibat Treacher Collins, wajah Jono tidak berkembang dengan sempurna selama masih di dalam kandungan. Sehingga saat lahir, dia tidak memiliki tulang pipi dan kedua matanya melorot ke bawah.

Selain cacat fisik tersebut, Jono juga mengalami masalah pada pendengaran dan cara dia makan. Namun badan dan kecerdasan otaknya tetap tumbuh secara normal.

Karena cacat itulah, Jono ditinggalkan kedua orang tuanya 36 jam setelah kelahirannya. Beruntung, seorang wanita bernama Jean Lancaster mengadopsi Jono dari panti sosial tempat dia dititipkan.

Titik Balik Jono

Jono teringat sering memberi banyak hadiah permen sehingga teman-temannya menyukainya. Dia juga sering minum-minum demi mendapat tempat di lingkungannya.

" Tapi saya sebenarnya merasa sangat kesepian. Saya sangat ingin punya teman, saya akan melakukan apapun. Saya tidak percaya diri. Saya akan membeli permen dan memberikannya kepada anak-anak lain sehingga mereka menyukai saya," katanya.

Lalu datanglah titik balik itu ketika Jono berusia 19 tahun. Manajer sebuah bar yang sering dikunjungi Jono, tertarik padanya dan menawarinya pekerjaan.

Jono mengatakan bahwa dia sangat cemas setiap kali mendapat giliran kerja shift. Dia akan berkeringat banyak.

" Saya sangat gugup dan takut akan reaksi orang-orang. Saya tahu, orang mabuk bisa sangat mengerikan. Awalnya tidak mudah, tapi pada saat bersamaan saya bertemu dengan begitu banyak orang baik yang benar-benar tertarik pada saya dan wajah saya," katanya.

Jatuh Cinta pada Wanita Cantik

Sementara bekerja di bar, Jono menyelesaikan diploma dalam ilmu olahraga dan kursus instruktur kebugaran. Jono menemukan pekerjaan di gym dan orang-orang di sana langsung menyukai dia.

Dia mengatakan bahwa itu adalah tantangan baginya, karena gym memiliki cermin di hampir setiap dindingnya. Sambil bekerja di gym, dia bertemu dan jatuh cinta dengan wanita cantik, Laura.
" Saya merasa begitu tenang berada di sisinya," kata Jono dalam sebuah wawancara dengan BBC. Jono dan Laura sekarang tinggal bersama setelah membeli rumah di Normanton, West Yorkshire.
Meski orang tua kandungnya masih menolak untuk mengakui dia sebagai anak mereka dan masih menyakitinya, Jono belajar untuk menerimanya.

Dia masih menghadapi banyak tantangan sosial. Tapi dia sadar bahwa dengan memiliki hati yang tulus dan penuh kasih sayang, seseorang dapat mengubah pikiran orang.

Menolak Operasi Plastik

Jono mengaku dia memang bandel saat masih muda, tapi sekarang dia sudah menemukan jati dirinya.

Dokter selalu menawarkan apakah Jono ingin melakukan operasi untuk merekonstruksi wajahnya. Tapi dia selalu menolak dengan halus dengan mengatakan, " Tuhan menciptakan saya seperti ini, dan saya bangga dengan itu. Saya tidak akan mengubah semua itu."

Jono sekarang bekerja sebagai pemimpin sebuah tim yang menangani orang-orang dengan autisme. Dia juga menjadi guru dan motivator. Jono ingin menciptakan kesadaran publik tentang Treachers Collins Syndrome, dan bagaimana mengatasinya.
" Yang berubah dari saya adalah sikap saya, dan itu sangat hebat. Dengan sikap yang benar, Anda bisa meraih apapun," tandasnya.