Pastikan Anda Baca 8 Cara Untuk Benar-benar Belajar ISTIQOMAH Dijalan Allah SWT



INFOMOESLIM - Pernah nggak kamu mendengar kata Istiqomah? Yap, kata ini sering diucapkan dan didengar ketika melakukan suatu aktivitas, Apalagi menyangkut tentang ibadah. Contohnya nih, “semoga istiqomah bro ngajinya“, atau bisa juga “semangat sob, istiqomah ya nanti jualannya“, dan masih banyak yang lainnya.

Lantas, apa sih pengertian istiqomah itu? Istiqomah memiliki arti berdiri tegak di suatu tempat tanpa pernah bergeser. Akar kata istiqomah berasal dari kata “qooma” yang berarti berdiri. Maka bisa diartikan, istiqomah berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), istiqomah diartikan sebagai suatu sikap teguh pendirian dan senantiasa konsekuen.

Lantas, bagaimana sih caranya supaya bisa istiqomah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Meletakkan Cinta kepada Allah SWT Di Atas Segala-galanya

Istiqomah merupakan persoalan yang tidak gampang, butuh perjuangan keras untuk melakukannya. Karena, dalam kehidupan sehari-hari semua orang sering mengalami gesekan antara panggilan Allah dan panggilan makhluk, entah itu kepentingan orang tua, saudara, guru, teman, atau yang lainnya.

Jika dalam kenyataanya kamu lebih mendahulukan kepentingan makhluk, maka hal ini menjadi pertanda bahwa kamu belum meletakkan cinta Allah di atas segala-galanya. Padahal, Allah SWT sudah menyatakan bahwa siapapun yang lebih mencintai sesuatu selain Allah, maka dia akan mengalami kesengsaraan akibat cintanya itu.

Membesarkan Perintah dan Larangan Allah

Adapun yang dimaksud dengan membesarkan perintah serta larangan Allah adalah membesarkan serta mengagungkan pemilik perintah serta larangan tersebut, yakni Allah SWT. Allah SWT sudah berfirman “Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah.” (QS. 71 : 13)

Dalam menafsirkan ayat di atas, para ulama menjelaskan “Mengapa kalian tidak takut akan kebesaran Allah?” Adapun salah satu cara membesarkan perintah Allah di antaranya adalah dengan menjaga shalat tepat waktu, mengerjakannya dengan khusyu, memeriksa rukun serta kesempurnaannya, dan juga melakukan shalat secara berjamaah.

Senantiasa Berzikir kepada Allah

Zikir merupakan wasiat Allah kepada hambaNya dan wasiat Rasulullah kepada ummatnya. Di sebuah hadis qudsi Allah SWT mengatakan, “Barangsiapa yang mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku akan mengingat-Nya dalam diri-Ku. Dan barang siapa yang mengingat-Ku dalam kesibukan, maka Aku akan mengingat-Nya dalam kesibukan yang lebih baik darinya.” (HR Bukhari).

Mempelajari Kisah Orang-Orang Shaleh Terdahulu

Dengan mempelajari kisah orang-orang shaleh terdahulu, diharapkan supaya kamu dapat mengambil pelajaran dari mereka. Bagaimana tentang kejujuran mereka dalam bersikap, kesabaran mereka ketika menghadapi ujian yang berat, serta keteguhan mereka dalam mempertahankan keimanan.

Senantiasa Berpikir tentang Kebesaran Ciptaan Allah

Allah SWT mempunyai ciptaan yang besar dan indah. Dengan memikirkan tentang ciptaannya, diharapkan kamu dapat menyadari betapa besar kekuasaan dan keagungan Allah terhadap ciptaan-Nya itu.

Allah SWT berfirman, “Wahai manusia, telah diberikan kepada kalian beberapa permisalan, maka dengarkanlah (perhatikanlah) permisalan itu. Sesungguhnya orang-orang yang engkau seru selain Allah, mereka tidak akan mampu untuk menciptakan lalat, meskipun untuk melakukannya itu mereka berkumpul bersama…”. (QS. 22 : 73)

Kenalilah Allah dengan Nama-NamaNya yang Mulia (asmaul husna)

Kenalilah Allah dengan nama serta sifat-sifatNya, kelak hati kamu akan lembut dan menjadi lebih terarah menuju jalan yang lurus. Semakin kamu mengenal Allah, maka akan terbentuk rasa cinta kepada Allah, rasa harap kepada Allah, serta rasa rakut Kepada Allah dan. Nah, rasa inilah yang akan selalu menuntun diri kamu untuk selalu istiqomah di jalan-Nya.

Mempunyai Sahabat untuk Kebaikan

Terkadang kita memang harus memiliki teman bahkan sahabat yang dapat selalu mengingatkan kita untuk berbuat kebaikan. Hal ini bertujuan agar apa yang sedang kita lakukan bisa menjadi istiqomah.

Sebagaimana yang telah Allah turunkan dalam surat At Taubah ayat 119 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS. At Taubah: 119).

Menekan Diri untuk Menolong Sesama

Untuk memperoleh amal sholeh tidak hanya melakukan amal-amal yang berkaitan dengan diri sendiri, selain itu juga bisa menyangkut orang lain. Sebagai orang yang beriman menolong sesama merupakan pemicu untuk bisa selalu istiqomah.

Untuk itu, ringankan hati dan langkah untuk bisa menolong kerabat atau keluarga yang kesusahan tanpa mengharapkan balasan apapun.

Demikian penjelasan mengenai pengertian dan cara supaya bisa istiqomah. Semoga bermanfaat ya, sekian dan terima kasih.