Oki Setiana Dewi Berhaji dalam Kondisi Hamil Tua, Kisah Istri Nabi Ibrahim Ini yang Menguatkannya



INFOMOESLIM - Oki Setiana Dewi tunaikan haji dalam kondisi hamil tua 6 bulan. Mengeluh? Sama sekali tidak. Rupanya ini, kisah dramatik istri Nabi Ibrahim yang menguatkannnya.

Ya, sepulang dari tanah Suci Mekkah untuk tunaikan haji, Oki Setiana Dewi memang berjalan tertatih-tatih karena perutnya yang makin membesar karena kehamilan.

Banyak orang bertanya, apa tidak kesulitan berjibaku dengan jutaan jamaah lainnnya dalam kondisi seperti itu?

Rupanya ada kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar, menguatkannya. 

Ia merasa tidak ada apa-apanya berhaji dalam kondisi hamil tua karena nun jauh sebelumnya banyak wanita yang jauh lebih berbahaya dan berisiko dalam menunaikan ibadah dalam kondisi mengandung.

Buatnya, terlalu cengeng kalau berkeluh kesah. 

Buatnya, terlalu manja mengurungkan diri berhaji kalau harus menunggu melahirkan.

Begini curhatan Oki Setiana Dewi sepulang haji dalam kondisi hamil tua, seperti dia curhatkan lewat Instagram....

Pergi haji saat mengandung indah dan menyenangkan.

pikiran itu yang saya bawa saat hendak meninggalkan Indonesia dan Alhamdulillah hingga saat kembali ke tanah air.

Saya mengetahui kondisi tubuh saya sendiri dan tentunya setelah dokter mengizinkan.

Apa yang saya bayangkan?

Saat panas hari harus berjalan jauh, saya bayangkan Siti Maryam saat mengandung nabi Isa as.

Beliau sendiri! Tak dibantu siapapun! Dalam keadaan haus dan lapar. Sedangkan saya? Ada suami dan jemaah lain yang senantiasa bersama. Makanan pun berlimpah ruah.

Saya bayangkan Asma binti Abu Bakr, yang dalam keadaan hamil tua bolak balik mendaki gua tsur yang tinggi dan curam untuk memberi makan ayah dan Nabi Muhammad saat mereka sedang bersembunyi.

Sedangkn saya? Semua jalan lurus-lurus saja. Kalau mendaki pun biasanya ada tangga.

Saya bayangkan Siti Hajar bolak balik sendirian jalan kaki dari Shofwa dan Marwa.

Sedangkan saya, Duh malunya, kursi roda tersedia dimana-mana untuk mereka yang membutuhkan.

Rasanya tak patut bagi saya menjadikan 'alasan kehamilan' saya yang insyaAllah saya rasakan sehat ini menjadi alasan untuk tak berhaji.

Rangkaian ibadah haji ini pun saya rasakan sebagai totalitas penghambaan, kesungguhan dan keberserahan...

Maka di akhir kepulangan saya menuju Indonesia, saya hanya berharap dengan segala keterbatasan fisik dan pemahaman , semoga Allah anugerahi haji yang mabrur..

Dan anak ini..

Semoga kelak menjadi cerita indah untuknya.

Bahwa ibunya dan ia pernah bersama-sama dalam rangkaian ibadah yang indah ini.

Pernah saling menguatkan dan saling menyabarkan dalam meniti jalan keimanan. semoga terus seperti itu ya, Nak!