Masya Allah, Dosa-dosa Berikut Ini Tetap Tidak Diampuni Sekalipun Berpuasa Arafah



www.infomoeslim.com - tentunya sudah mengetahui bahwa puasa Arafah bisa menghapuskan dosa selama 2 tahun, yakni dosa-dosa setahun lalu dan juga dosa setahun yang akan datang. Akan tetapi tahukah bahwa tidak semua dosa dapat terhapus, jauhilah dosa-dosa berikut ini karena tidak diampuni Allah sekalipun kita berpuasa Arafah:

Menurut pengarang kitab Fathul Mu’în, yaitu Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari al-Fannani rahimahullah, dosa-dosa yang diampuni dengan Puasa Arofah ternyata adalah dosa-dosa kecil yang tidak terkait dengan hak-hak sesama manusia!

Disebutkan pada pembahasan Fashlun fiy Shoumi at-tathowwu’i (Pasal Puasa Sunah) :


وَالُمكَفَّرُ: الصَّغَائِرُ الَّتِيْ لَا تَتَعَلَّقُ بِحَقِّ الآدَمِيِّ، إِذِ الْكَبَائِرُ لَا يُكَفِّرُهَا إِلَّا التَّوْبَةُ الْصَّحِيْحَةُ. وَحُقُوقُ الآدَمِيُّ مُتَوَقِّفَةٌ عَلٰى 

رِضَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ صَغَائِرُ زِيْدَ فِي حَسَنَاتِهِ. 

Dosa yang dikifarati (Puasa Arofah), ialah dosa-dosa kecil yang tidak berkaitan dengan hak Adamy (tidak bersangkutan dengan manusia), sebab dosa besar itu tidak dapat dikifarati kecuali dengan tobat yang sesunggguhnya; dan hak Adamy tobatnya tawaqquf (ditangguhkan) kepada ridhanya. Jika seseorang tidak mempunyai dosa kecil, maka akan ditambah amal baiknya. Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari al-Fannani, Fathul Mu’in 1/169 versi al-Maktabah asy-Syamilah; Terjemah Fat-hul Mu’in jilid I, (Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2012), hal.665)


Artinya, jika kita menyakiti hati sesama manusia, dosa tersebut tidak akan terhapus dengan puasa Arafah kecuali jika kita minta maaf atau minta keridhoan orang yang bersangkutan. Oleh sebab itu, ada baiknya kita meminta maaf dan ridho orang-orang yang mungkin pernah kita zalimi, agar kita tidak menjadi orang yang merugi.