Kisah Inspiratip Yang Membuat Kita Menangis, Gadis Penjual Mie Ini Nikahi Pelanggan Miskin, Tak Disangka...



INFOMOESLIM - Jodoh adalah rahasia sekaligus menjadi ketetapan mutlak Tuhan. Tak satu pun manusia tahu, siapa jodohnya dan kapan serta dimana ia akan bertemu dengan teman hidupnya.

Momen pertemuan dengan jodoh biasanya terjadi tanpa diduga-duga. Banyak orang yang tak pernah membayangkan jika akhirnya bertemu jodoh mereka di kampus, kantor bahkan mungkin tak sengaja bertemu di jalan.

Seperti kisah berikut ini yang menceritakan pengalaman seorang wanita penjual mie yang akhirnya berjodoh dengan pelanggannya sendiri.

Berikut kisah lengkapnya:

Menghindar Kala Dilamar


Jujur, aku tidak pernah menyangka ia adalah orang kaya.

Bahkan aku pernah berpikir, ia adalah orang miskin yang super malas.

Ya, malas masak sendiri sampai- sampai hampir setiap hari makan mie di warungku.

Sampai suatu hari, ia bertanya padaku apakah aku punya pacar.

Aku jawab: " Aku begitu miskin, ibuku sakit stroke, adikku masih kuliah, siapa yang bisa mau?"

Tapi tidak disangka ia malah menjawab: " Aku mau..."

Aku langsung terdiam. Aku tidak berani menerimanya menjadi pacar, namun sejak saat itu, ia pasti selalu muncul di depan warungku setiap jam 6 sore.

Ia membantuku dan mengajakku berbincang.

Suatu kali, ia lama sekali tidak muncul, hatiku pun bisa merasa was- was.. Apakah pria ini sudah berjanji dengan wanita lain?

Tapi, pada jam 8 malam, ia datang.

Dengan seikat bunga segar dibawa di tangan, ia menembakku! Beginilah, akhirnya kami mulai pacaran.

Ia beberapa kali mengajakku ke rumah untuk bertemu dengan keluarganya, tapi tekananku begitu besar, aku tidak berani!

Aku pun terus beralasan, " Nanti tunggu kondisi ibu baikan dulu ya, baru pergi ke rumah kamu.."

Tapi aku tidak bisa menghindar terlalu lama, akhirnya, aku pun sampai di depan rumahnya.

Kaget Saat Tahu yang Sesungguhnya

Aku kaget bukan main! Aku tidak menyangka bahwa rumahnya adalah " dunia yang lain" , ia sama sekali tidak pernah memberitahu aku tentang hal ini.

Aku merasa aku tidak cocok dengannya, aku tidak layak, aku tidak punya muka untuk bertemu orangtuanya! Namun ia tetap teguh untuk meyakinkanku.

Akhirnya, aku pun masuk ke rumahnya, dan tidak disangka, orangtuanya menyambutku dengan sangat hangat.

Saat itu, aku baru sadar, ternyata dulu aku pernah bertemu dengan ayahnya.

Ayahnya menderita penyakit pikun yang sangat parah, terkadang ia bahkan tidak tahu apa yang ia lakukan.

Suatu kali,ia tiba-tiba keluar dari rumah dan tidak tahu jalan pulang. Ia sangat lapar, kebetulan warungku ada di depan mata.

Ia pun langsung duduk di meja dan memakan mie bekas orang lain. Ketika aku melihat orang tua ini, aku tidak mengusirnya, melainkan mengganti mie-nya dengan semangkuk mie yang baru.

Setelah selesai makan, aku menanyai di mana rumahnya, namun ia tidak bisa menjawab. Ia bilang ia tersesat, akhirnya aku mengantarnya ke kantor polisi.

Siapa yang sangka tindakan sederhana ini ternyata malah menjadi titik balik dalam kehidupanku! Setelah si Ayah sampai di rumah, ia bercerita tentang aku, akhirnya putranya (yaitu suamiku) pun menjadi sering datang ke warung.

Ia bilang, sebenarnya ia hanya ingin mencari kesempatan untuk membayar kebaikanku dengan uang, namun tidak tahu mengapa ia merasa mie yang kumasak semakin lama semakin enak...

Saat ini, suamiku sudah membelikanku sebuah toko, aku sudah memiliki karir sendiri! Ibu dan ayah mertua pun menyayangiku, aku sangat bersyukur dengan kehidupanku sekarang.

Adikku tahun ini tamat kuliah dengan lancar, diriku sendiri pun tengah mengandung buah hati yang pertama.

Wah, kehidupan yang baru baru saja mau dimulai! Meskipun dulu sangat sulit, namun semuanya tetap harus disyukuri.

Kalau tidak ada kepahitan di masa lalu, aku yakin hidupku tidak akan seindah sekarang.

Satu kalimat untuk suamiku: Terima kasih, aku sayang kamu."

Dari kisah ini kita bisa melihat, asalkan kita berjuang, Tuhan akan memberikan ganjaran yang setimpal.