Terlalu Sering Makan Ular, Suatu Hari Ada Sisik yang Tumbuh di Kulit Pria Ini! Setelah Diperiksa, Ternyata Ini Penyebabnya!

Tags

Wah kok bisa begitu ya?! Serem juga...


Konon ada sebuah peribahasa China kuno yang mengatakan, "Kita akan jadi seperti apa yang kita makan." Hal ini sedikit banyak sempat diragukan, tapi kejadian nyata dibawah ini menunjukkan kalau perkataan orang kuno mungkin sedikit banyak ada benarnya!


Baru-baru ini di suatu tempat di pedalaman China ada seorang pria yang bernama Yong yang senang sekali makan daging ular. Yong sering memburu ular di gunung di belakang rumahnya dan memasaknya untuk dimakan.

Suatu hari saat Yong sedang minum bir dan menikmati malam di rumahnya, dia merasa sedikit meriang, tapi dia dan keluarganya mengabaikan hal ini karena tampaknya tidak parah. Keesokan harinya, Yong dan teman-temannya pergi berkunjung ke rumah sahabat baik mereka untuk kumpul-kumpul. Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba salah 1 pelayan dari rumah itu berteriak ketakutan. Waktu mereka berkumpul ke asal suara yang berasal dari kandang ayam milik sahabat Yong ini, mereka melihat seekor ular jenis Russian rat snake yang sedang mencuri telur ayam. Yong dan teman-temannya langsung dengan sigap menangkap ular itu dan membunuhnya, kemudian mengeluarkan telur yang ada di dalam lambung ular itu.


Setelah itu Yong membawa ular yang baru dibunuhnya itu ke pinggir sungai, menguliti sisiknya, mengeluarkan saluran pencernaannya, memakan dagingnya sedikit, dan merendam daging ular sisanya di sungai selama 2 malam. 2 malam kemudian Yong kembali ke sungai itu, mengambil daging ular yang dia rendam, membawanya pulang dan memasaknya. Dia kemudian menikmati hasil buruannya ini.

Tak disangka, 3 hari berikutnya, Yong merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Tubuhnya mulai tumbuh sisik seperti ular, kulitnya menghitam, rambut-rambut yang ada di kulitnya juga mulai rontok. Tidak hanya itu, bahkan ada banyak bekas luka di tubuh Yong yang entah muncul dari mana. Sejak kejadian ini, tubuh 

Yong semakin hari semakin lemah. Keluarganya berusaha untuk mencari dokter yang mau mengobatinya, tapi tidak ada karena tampaknya tidak seorang dokter pun yang benar-benar mengetahui penyakit ini.
Keadaan tubuh Yong semakin hari semakin lemah, kepalanya tampak semakin hari semakin berat, dan staminanya semakin hari semakin berkurang. Berita tentang Yong ini akhirnya sampai ke telinga seorang dokter ahli pengobatan Chinese, Dokter Fu. Dokter Fu kemudian datang menyusuri jalan gunung sepanjang beberapa kilometer dan memeriksa keadaan Yong. Dokter Fu mengatakan kalau penyakit Yong ini tergolong sejenis penyakit kulit yang sangat langka. Penyakit ini berawal dari rasa meriang yang sempat dirasakan Yong beberapa hari sebelum dia makan ular yang kemudian menyakiti Yong dengan racun yang ada di dagingnya. Kesetiaan Dokter Fu ini membuahkan sedikit hasil. Keadaan Yong mulai sedikit membaik dan Yong bisa bergerak pelan.


Beberapa hari kemudian, berita ini sampai ke salah seorang pemimpin agama setempat dan mendengar berita tentang Yong yang diobati, pemimpin agama ini kemudian langsung menuju ke rumah Yong, melihat keadaannya, dan berbincang dengan keluarganya, "Sebenarnya penyakit ini bukan penyakit yang bagaimana. Yong ini sedang mendapat pembalasan dari dewa ular yang ada di gunung ini. Ular-ular yang sering 

dimakan oleh Yong ini adalah anak-anak dari si dewa ular dan ular yang dia makan terakhir kali itu tanpa dia ketahui adalah ratu dari si dewa ular. Sekarang ini dewa ular sedang membalas dendam dengan memberikan penyakit ini. Saya bacakan mantra saja dan dia pasti bisa sembuh."

Tapi ironis, keadaan Yong tidak membaik, melainkan malah kembali ke keadaannya seperti semula. Melihat keadaan Yong yang seperti ini, pihak keluarga langsung menghubungi Dokter Fu dan meminta tolong kepada Dokter untuk membantu mereka sekali lagi.


Mendengar kabar ini, Dokter Fu langsung berkunjung ke rumah Yong dan mengobatinya selama beberapa hari. Kerja keras dan kesetiaan Dokter Fu ini ternyata membuahkan hasil. Setelah keadaan Yong mulai membaik, Dokter Fu menyarankan pihak keluarga untuk mengikutinya ke rumah sakit tempat Dokter Fu bekerja untuk mendapat perawatan intensif dan menjauhkan Yong dari infeksi lainnya. Yong dan keluarganya pun setuju. Tidak hanya itu, pihak rumah sakit yang mengetahui keadaan Yong ini kemudian memutuskan untuk membebaskan biaya pengobatan untuk Yong.


Sekarang Yong sudah sembuh. Tidak ada lagi kelainan pada tubuh Yong selain kulitnya yang sedikit menghitam. "Kalau nggak ada bantuan Dokter Fu, aku pasti sudah mati. Jasa yang diberikan oleh Dokter Fu ini nggak akan kulupakan seumur hidup!" Kata Yong dengan mata yang berkaca-kaca

@Cerpen.co.id