Sadis! Gara-gara Tak Menambahkan Saus Ikan ke Dalam Sup, Anak ini Tega Tikam Ayahnya

Tags

Ngor tewas setelah ditikam anaknya sendiri.

Setiap anak sudah seharusnya memberikan kasih sayang seutuhnya pada orangtua.
Tanpa orangtua, kita tentu tak bisa berkembang menjadi orang yang lebih baik dan berguna.
Itulah mengapa sudah seharusnya kita mencurahkan segenap kebaikan pada orangtua seperti apa yang sudah orangtua berikan pada kita.
Hanya saja peristiwa mengerikan dan tak wajar terjadi di Thailand.
Seorang anak laki-laki diduga menikam ayahnya sampai tewas.
Penyebabnya hanya karena sang ayah lupa menambahkan saus ikan ke sup daging babi favoritnya.
Sakdin Duangphakhon yang berusia 36 tahun marah kepada ayahnya, Ngor, setelah menghabiskan waktu terlalu lama baginya untuk merebus sup daging di rumah mereka di Buriram, Thailand.
Ketika sang ayah yang sudah berusia 65 tahun mengakui bahwa ia lupa menambahkan saus ikan ke sup, Duangphakhon mengamuk.
Duangphakhon menghantamkan botol saus kosong di kepala ayahnya dan menikamnya beberapa kali.
Menurut polisi, Ngor ditikam lebih dari 10 kali dan pisau itu 'sangat menembus' ke jantungnya, melansir unilad.
Ketika polisi tiba di lokasi kejadian, mereka menemukan Duangphakhon terbaring di tempat tidur gantung di depan rumah mereka.
Ngor tewas setelah ditikam anaknya sendiri.
Ngor tewas setelah ditikam anaknya sendiri. (unilad)
Wakil Inspektur Kolonel Nitipat Kitichartchai mengungkapkan kronologi kejadian.
"Sang ayah menawarkan diri untuk memasak daging babi. Anak laki-laki itu pergi minum minuman keras dan kemudian ingin makan makanannya. Tapi ayah bilang itu belum selesai dan belum dimasak," ujar Nitipat.
"Anak laki-laki itu tidak mau menunggu. Lalu ayahnya bilang dia lupa saus ikan dan anaknya marah."
"Sesuai laporan, anak itu telah menggunakan pisau untuk menusuk ayahnya di rumah."
Kolonel Nitipat Kitichartchai membenarkan bahwa Duangphakhon telah mengakui pembunuhan tersebut.
Duangphakhon pun dikirim ke penjara Amphore Nangrong di Buriram untuk menunggu putusan hukuman.
Pada Jumat (5/5/2017), polisi meminta Duangphakhon melakukan reka ulang kejahatan tersebut.
Polisi bahkan memaksanya berlutut di depan tubuh ayahnya dan meminta maaf atas kejahatannya.