Pilu, Saat Dania Anak yang Lahir Tanpa Kulit, Minta Maaf pada Ibunya

Tags

Hati ibu mana yang tak hancur melihat kondisi anaknya berbeda dari balita pada umumnya.
Anak pasangan Asaari dan Asfaizura dari Segamat, Johor, Malaysia ini memiliki balita yang mengidap kelainan kulit.

Nurfarisha Dania (6) namanya, anak yang tengah mengidap sakit genetik bernama ichthyosis jenis Harlequin.
Hebatnya Dania mampu bertahan hidup sampai sekarang, kondisi tubuhnya dianggap sangat kuat hingga Dania masih bisa menikmati indahnya dunia.
Kelainan genetik Ichthyosis jenis Harlequin ini bukan kali pertama dialami, sebelumnya juga terjadi di India dan Arab Saudi.
undefined
penderita ichthyosis Harlequin di Arab Saudi
Pada tahun 2005 Queen Mary’s Institute of Cell and Molecular Science melakukan penelitian dan menyatakan bahwa penyakit ini adalah penyakit kulit (inherited disease) yang disebut dengan ichthyosis. 
Penyakit ini terjadi pada saat kelahiran dimana terjadinya pengerasan pada permukaan kulit karena kelebihan kadar keratin. 
Hal ini muncul di semua permukaan kulit sehingga mengganggu pertumbuhan sel yang abnormal di area mata, mulut dan telinga.
Penyebabnya adalah terjadinya mutasi pada gen yang terkontaminasi oleh virus maupun bakteri pada janin.
Biasanya penderita Ichthyosis mengalami berat badan yang tak sesuai dengan usianya, sehingga membutuhkan waktu lama agar bisa berkembang dengan baik.
Namun di sisi lain, pertumbuhan kulitnya lebih cepat sehingga butuh perhatian khusus dan selalu dalam penanganan dokter.
undefined
Dua bayi Ichthyosis Harlequin (bukan Dania), kiri lahir di Malaysia, kanan lahir di India.
Kasus Dania ini bukan kali pertama dialami oleh pasangan Asaari dan Asfaizura.

Bahkan anak pertamanya juga mengidap ichthyosis dan telah meninggal lebih dulu.
Hal yang memilukan hati ialah ketika Dania meminta maaf kepada ibunya.
Dania minta maaf karena suatu saat ada anak kecil yang ketakutan melihat wajahnya.
Karena hal itulah, Dania minta maaf ke ibu kandungnya.
Miris anak yang sedang menginap penyakit ichthyosis ini masih bisa meminta maaf atas apa yang Dania alami.Bukan salah ibu yang mengandung namun tak juga Dania yang mau hal ini terjadi padanya, semua hanya kuasa Sang Pencipta. (*)