Inilah Alasan Kenapa Anak Bisa Menjadi Pembatal Orangtua Masuk Surga

Tags

Setiap orang berkewajiban atas dirinya sendiri di akhirat kelak, kecuali orang-orang tertentu yang dibebani atas orang lain. Salah satunya adalah orang tua. Di akhirat kelak, mereka tidak hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri tapi juga keluarganya, terutama anak-anaknya.

 Inilah Alasan Kenapa Anak Bisa Menjadi Pembatal Orangtua Masuk Surga

 Inilah Alasan Kenapa Anak Bisa Menjadi Pembatal Orangtua Masuk Surga
Suatu kisah menceritakan kehidupan anak kecil yang sangat lucu, penurut, ceria, dan kebaikan lainnya. Hal ini membuat orang tua menjadi senang. Namun, kebaikan ini bisa berubah begitu ia beranjak remaja. Seperti yang kita tahu bahwa masa remaja adalah masa dimana seseorang memiliki kepribadian yang labil. Mereka mudah terpengaruh oleh keburukan. Banyak remaja yang melakukan tindakan tercela seperti pergaulan bebas, narkoba, atau perbuatan buruk lainnya. Bisa dipastikan bahwa remaja ini tidak memiliki fondasi yang kuat dalam dirinya, mereka tidak mendapatkan pendidikan yang benar dalam Islam.


Apabila orangtua memiliki kebiasaan baik dalam hidupnya, seperti beribadah tepat waktu, berpuasa, sedekah, dan amalan lainnya. Sedangkan, anak mereka memiliki kebiasaan yang buruk, bahkan melalaikan kewajibannya terhadap Allah. Jika kita lihat dari amalan perorang, maka bisa jadi orang tua itu akan masuk surga karena telah taat kepada Allah. Tetapi, Allah telah menganugerahkan anak pada mereka untuk dipertanggungjawabkan nanti.

Sebuah dalil menjelaskan kepada setiap orang tua untuk menjaga keluarganya. Isi dari dalil ini mengajarkan kepada kita bahwa orang tua memiliki tanggung jawab yang lebih atas apa yang dilakukan anak. Kita pernah tahu bahwa orang tua bisa masuk surga karena perilaku anaknya yang taat pada Allah. Dari situ, kita bisa membalikkan juga seorang anak yang memiliki kebiasaan buruk maka bisa jadi menjerumuskan orang tua dari neraka.

Dalil lain mengingatkan kepada kita untuk saling mengingatkan dengan baik. Apa gunanya jika orang tua memiliki beribu-ribu pahala, sedangkan anaknya memiliki beribu-ribu dosa. Ketika di akhirat, orang tua akan ditanya oleh Allah atas anaknya. Apa yang telah ia ajarkan, sudahkah mereka memberikan bekal agama yang cukup untuk anak. Inilah pentingnya pendidikan agama sejak dini.

Orang tua bisa bangga jika sang anak memiliki prestasi yang hebat. Namun, jangan sampai melupakan keimanan sang anak yang harus diperkuat. Apabila sang anak tidak memiliki dasar yang kuat, maka hal itu bisa menjadi bom waktu di suatu hari nanti ketika ia sudah dewasa. Padahal satu perkara yang paling penting untuk diajarkan pada anak adalah keimanannya terhadap Allah. Apabila seorang anak sudah memiliki dasar yang kuat, maka dengan sendirinya ia akan menjadi baik ketika sudah dewasa. Selain itu, ia tidak akan mudah terjerumus dalam perbuatan dosa.

Jika sang anak masih berumur muda, maka segera tanamkanlah keimanan yang kuat agar tidak mudah goyah. Lakukanlah hal itu dengan segera sebelum mereka beranjak remaja. Karena jika mereka sudah remaja, hal itu tidak lagi mudah untuk diterima. Mereka sudah terlanjur memiliki kepribadian yang buruk dan sulit untuk diubah lagi. Namun jika sudah terlanjur, maka janganlah berputus asa. Tetap semangat untuk mendidik anak dengan cara yang telah diajarkan Rasulullah SAW.

Sebagai orang tua, kita harus menyadari akan hal ini. Kebaikan tidak hanya milik kita, kita juga harus mengajarkannya pada sang anak. Allah telah menitipkan anak pada kita, sehingga kita harus bertanggung jawab mendidiknya di jalan Allah. Jangan biarkan anak kita keluar dari ajaran Islam. Karena semua hal yang terjadi pada sang anak, kita juga akan ikut mempertanggungjawabkannya.
 
Sumber: Kumpulanmisteri.com