Akankah Mbah Fanani Akhiri Tapa Saat Gunung Dieng Tenggelam, Dia Pulang Naik Perahu? Inilah Jawabnya

Tags


Mbah Fanani akhirnya kembali bertapa di gunung Dieng setelah sempat keluar dari ruang pertapaannya selama sebulan, lantaran dijemput kelompok orang tak dikenal.
Tidak ada yang tahu sampai kapan Mbah Fanani bertapa di gunung Dieng.
Bahkan, sang petapa sendiri, Mbah Fanani mengaku tidak mengetahui kapan ia akan mengakhiri masa tugasnya di gunung Dieng.
Tenda tempat bertapa Mbah Fanani di Dieng Kulon Banjarnegara
Tenda tempat bertapa Mbah Fanani di Dieng Kulon Banjarnegara (Tribun Jateng/Khoirul Muzaki)
Ia baru akan mengakhiri pertapaannya di Dieng setelah memperoleh petunjuk atau ilham, sebagaimana ia mengawali menjalankan tugas tersebut, puluhan tahun silam.
"Mbah Fanani juga tidak tahu kapan perintah itu datang untuk mengakhiri tugasnya,"kata Veti, perempuan yang turut mendampingi Mbah Fanani saat kembali ke Dieng, Jumat (26/5).
Karena Mbah Fanani tidak bisa diajak komunikasi, sebagian masyarakat berspekulasi dan memunculkan mitos perihal pertapaannya.
Cerita yang berkembang di masyarakat, Mbah Fanani akan mengakhiri pertapaannya bersamaan ketika Dieng tenggelam.
Ia akan pulang dari pertapaannya menaiki perahu. Mbah Fanani tak bergeming, saat beberapa tamu mengunjunginya dan berusaha menyapa. Berdiam diri. Mbah Fanani sudah bertapa lagi di Dieng setelah sempat dibawa ke Indramayu. Hal itu hanya membuatnya sedih
Mbah Fanani tak bergeming, saat beberapa tamu mengunjunginya dan berusaha menyapa. Berdiam diri. Mbah Fanani sudah bertapa lagi di Dieng setelah sempat dibawa ke Indramayu. Hal itu hanya membuatnya sedih (YOUTUBE)
Mbah Fanani menjelaskan masa pertapaannya berakhir sambil memberi isyarat dengan merapatkan jari-jari tangan, lalu menggerakkannya naik turun.
Maksud isyarat tersebut, kata Veti, ada tahapan-tahapan dalam laku tapa Mbah Fanani.
"Ada orang yang salah mengartikan, isyarat itu dipahami menyerupai gerakan perahu. Sehingga ceritanya dilebihkan, Mbah Fanani akan pulang pakai perahu,"katanya
Masa tapa yang telah dijalani Mbah Fanani rupanya lebih lama dari yang disebut selama ini.
Mbah Fanani yang kini berusia sekitar 107 tahun memulai laku tapa saat putrinya, Nyai Maryam, masih berada di dalam kandungan.
Umur pertapaan Mbah Fanani diperkirakan seusia putri tunggalnya, Nyai Maryam yang sekarang berusia 71 tahun. MISTERI Mbah Fanani Terkuak, Petapa Gunung Dieng itu Diduga Berada di Indramayu
MISTERI Mbah Fanani Terkuak, Petapa Gunung Dieng itu Diduga Berada di Indramayu (tribunjateng/net)
Mbah Fanani yang dulu dikenal sebagai Kyai Ahmad Fanani meninggalkan kediaman dan pesantren yang diasuhnya di Jatisari Cirebon setelah mendapatkan petunjuk untuk melakukan uzlah atau tafakur (tapa). a bertapa berpindah-pindah tempat di beberapa wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Terakhir, Mbah Fanani bertapa di Gunung Dieng, tepatnya di pinggir jalan raya Dieng Kulon, Batur Banjarnegara, tepatnya di depan rumah Sugiyono.
Tidak ada yang tahu alasan Mbah Fanani memilih lokasi itu sebagai tempat semedinya.
Sugiyono bersama istrinya setia dan ikhlas memberi makan Mbah Fanani, meski mereka tidak pernah berkomunikasi.
Mbah Fanani saat dibawa ke Indramayu, Jawa Barat
Mbah Fanani saat dibawa ke Indramayu, Jawa Barat (FACEBOOK)
Keikhlasan keluarga Sugiyono merawat Mbah Fanani terlihat dari keterbukaannya terhadap setiap orang hendak berkunjung ke tenda Mbah Fanani.
Ia tidak pernah memberi syarat pada setiap tamu yang datang untuk menengok Mbah Fanani.
"Pak Ono ikhlas memberi makan setiap hari. Warga Dieng juga bersikap wajar. Tidak ada yang berusaha memanfaatkan Mbah Fanani untuk kepentingan duniawi dan politik di sini.
Sehingga Mbah Fanani bisa tenang dan fokus menjalankan tugas di sini," kata Veti. (*)