Menemukan Surat di Kamar "Anaknya (12 Tahun)" Bertuliskan "Dibuka 10 Tahun Kemudian" Saat Membaca Isinya...

Tags

Sepucuk surat yang menyedihkan ditulis oleh anak berumur 12 tahun untuk dirinya sendiri yang berumur 22 tahun nantinya ditunjukkan kepada publik oleh orang tuanya setelah anak mereka meninggal dunia disebabkan oleh penyakit paru-paru basah (pneumonia).

Taylor Smith dari kota Johnson, Tennessee, putri dari pasangan Marry Ellen dan Tim Smith menulis surat yang mengharukan ditaruh di sebuah kotak di kamarnya. Di bagian depan amplop tertulis: "Hanya boleh dibuka oleh Taylor Smith pada 13 April 2023."



Ayah Taylor mengatakan bahwa ia ingin membagikan isi surat putirnya itu ke publik berharap surat tersebut dapat menginspirasi banyak orang bahwa "harapan itu masih ada".

Dalam surat itu, sang putri menguatkan dirinya yang berumur 22 tahun kelak, berjuang untuk mencapai tujuan hidupnya dan bahkan mengucapkan selamat atas dirinya yang telah lulus sekolah.

Surat itu dimulai dengan: "Untuk Taylor, bagaimana dengan hidupmu? Hidup adalah sangat sederhana (10 tahun di masa lalumu)."

Selamat atas kelulusan kamu dari bangku SMA! Kalau kamu belum lulus, kembalilah dan coba berjuang lagi. Raihlah kelulusanmu!
Apakah saat ini kita sedang di bangku perkuliahan? Jika tidak, saya mengerti. Pastinya kita punya alasan tertentu untuk hal itu.

Menderita penyakit yang mengancam nyawanya tidak membuat seorang Taylor menjadi kecewa terhadap Sang Penciptanya. Di surat pun ia menuliskan beberapa kalimat yang menyinggung tentang hubungannya dengan Sang Penciptanya.


Talyor menuliskan: "Ngomong-ngomong, bagaimana hubunganmu dengan Tuhan? Apakah kamu masih berdoa, menyembah, membaca Alkitab dan melayani Tuhan belakangan ini? Jika tidak, bangunlah dan lakukan semuanya itu, SEKARANG! Aku tidak peduli bagaimana hidup kita saat ini, tetaplah lakukan! Dia yang telah dihina, dipukul, disiksa dan disalibkan bagimu!" 

Mengenai masa depannya, Taylor juga menuliskan cita-citanya. Dia berkata"Jika kita ada di bangku perkuliahan, apa jurusan yang akan kita ambil? Saat ini saya ingin menjadi seorang pengacara."

"Saya juga berpikir untuk menjual iPad saya dan membeli iPad mini. Jangan lupa memberitahu anakmu bahwa kita jauh lebih tua dari iPad! Aku juga melampirkan gambar iPad supaya kamu dapat menunjukkannya kepada anakmu."

"Tapi ingat, Saya menulis surat ini 10 tahun lalu. Banyak hal yang terjadi, baik dan buruk. Begitulah hidup ini berjalan dan kamu harus terbiasa dengan hal ini."

Taylor Smith menuliskan surat itu pada tanggal 13 April 2013 di saat ia menginjak usia 12 tahun.Taylor menderita penyakit pneumonia (paru-paru basah) dan akhirnya pada tanggal 5 Januari 2014 Taylor meninggal dunia meninggalkan ibu, ayah dan saudara laki-lakinya.

Ayah Taylor mengatakan bahwa ia hanya ingin orang-orang tahu bahwa putrinya adalah seorang yang luar biasa. Ibu Taylor pun mengatakan bahwa mereka menerima begitu banyak surat dari para orang tua yang mengatakan bahwa surat Taylor telah menguatkan mereka untuk lebih lagi menyayangi anak mereka dan saling mengasihi.

Tambah ibunya: "Aku tidak dapat membangkitkan dia kembali, aku tidak dapat membawanya kembali lagi, namun saya sangat bersyukur bahwa banyak orang yang telah terinspirasi dari cerita hidupnya (Taylor)."

Untuk sahabat Cerpen, setelah belajar dari seorang Taylor Smith, mimin berharap agar kita bisa belajar banyak hal, bersyukur atas hidup kita baik di keadaan baik maupun buruk, tetap berjuang sampai kita mencapai tujuan hidup kita dan yang paling penting adalah seburuk apapun keadaan hidup kita, jangan pernah tinggalkan Sang Pencipta kita, yakinlah bahwa Ia selalu merancangkan hal yang baik bagi hidup kita semua.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menginspirasi kita semua siapapun dan di manapun kita berada ya.

sumber : buzzhand | cerpen.co.id