Curhat Pilu Istri Tinggal dengan Keluarga Suami, Ayah Mertua Pintar Cari Alasan untuk Masuk ke Kamar

Tags

Curhat seorang istri yang tingga satu atap dengan ayah mertua ini memilukan.
Bukan tak betah karena kondisinya rumah yang terbilang sederhana.
Melainkan sikap dari ayah sang suami yang acap kali melakukan hal ini.

Rumah bagia setiap orang menjadi kawasan pribadi.
Apa lagi kamar, di dalam ruangan itu mestinya sebuah privasi bisa terjaga rapih.
Namun tidak dengan wanita ini.
Wanita asal Malaysia ini merasa tertekan akibat tindakan ayah mertuanya,
Menurut dia, ayah mertuanya sering kali masuk ke dalam kamarnya tanpa memberitahu.
"Saya sudah menikah hampir tiga tahun.
Sekarang saya tinggal di rumah mertua saya.
Saya ada masalah, ayah mertua suka sekali masuk kamar saya.
Kamar saya baru siap pakai, pintu belum terpasang.
Suami sibuk, tak sempat beli pintu.
Jadi, saya hanya pasang gorden untuk menutup kamar.
Yang saya tidak suka, ayah mertua suka masuk tanpa beri salam terlebih dahulu," seperti itu kisah yang dikutip melalui situs Facebook Kisah Rumah Tangga seperti dilansir dari Eberita.org.
Ada saja alasan ayah mertuanya itu untuk masuk ke dalam kamar.
Seperti ingin bermain dengan sang cucu.
"Kadang-kadang, meski lihat saya baru mandi, dia tetap akan buka tirai semata-mata ingin ambil cucu.
Situasi begini sudah sering terjadi.
Pagi-pagi pun dia akan masuk ke dalam kamar dengan alasan ingin melihat cucu," tambahnya.
Tidak tahan dengan situasi tersebut, perempuan itu mengusulkan untuk pindah ke rumah lain dan berpisah dengan keluarga sang suami.
Tetapi, keinginan itu ditentang ibu mertua yang menderita berbagai jenis penyakit.
"Kalau saya keluar, tidak ada yang akan jaga ibu mertua.
Sekarang saya hamil anak kedua dengan usia kandungan 8 bulan dan saya mengalami alergi yang parah.
Bila siang, saya akan duduk dalam kamar sebab saya cepat pusing.
Ayah mertua suka buka tirai kamar semata-mata ingin tahu apa yang saya buat dalam kamar.
Saya merasa malu bila dia lihat saya hanya memakai kemben.
Saya sering kali tanya suami kenapa ayahnya buat begitu. Suami hanya bilang ayahnya anggap saya seperti anaknya. 
Tapi saya tak suka.
Kami selalu bertengkar tentang masalah itu," katanya.
Letih dan tertekan dengan ulah mertua, perempuan itu akhirnya nekat aka pergi dan memulai hidup di rumah sendiri setelah melahirkan. 
Tetapi, dia khawatir kedua mertuanya akan keberatan.
"Ibu mertua juga suka ikut campur urusan rumah tangga kami.
Saya sungguh letih sampai menangis.
Apa yang harus saya lakukan?" tanya perempuan itu.
Sementara itu, menurut pernyataan yang diterbitkan Bagian Manajemen Dakwah, Departemen Agama Islam Selangor, aturan agama telah menggariskan golongan yang dianggap sebagai muhrim kepada seseorang perempuan.
Mereka adalah suami, ayah, termasuk kakek dari ibu dan ayah serta ayah mertua.
Kewajiban menutup aurat di hadapan pria bukan muhrim adalah sangat penting dan harus dilaksanakan oleh setiap perempuan.
Itu dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti perkosaan dan sebagainya.
Perkosaan dan sebagainya itu terjadi karena memuncaknya nafsu para pria akibat dari penglihatan mereka pada perempuan yang memakai pakaian menggoda.
Masalah itu juga berlaku pada perempuan yang bersuami.
Jadi dosa seorang istri yang membuka aurat akan ditanggung oleh suami.
Karena itu, seorang perempuan wajib memahami batas-batas aurat ketika berhadapan dengan orang-orang tertentu dalam kondisi yang berbeda-beda.