PENTING: Ini Cara & Waktu Terbaik Cukur Bulu Kemaluan dalam Islam?? baca slenkabnya.... [mohon di bagikan]

Hasil gambar untuk PENTING: Ini Cara & Waktu Terbaik Cukur Bulu Kemaluan dalam IslamRasulullah mensabdakan kalau Istihdad (mencukur bulu kemaluan) merupakan satu diantara sunnah fitrah.

" Ada lima hal yang termasuk juga fitrah : khitan, istihdad, mencabut bulu ketiak, memotong kuku serta memangkas kumis” (HR. Bukhari serta Muslim)

Lima faedah istihdad sudah diketahui di jaman modern yaitu kebersihan terbangun, terlepas dari bau, sehat, tingkatkan sensitifitas waktu terkait, serta lebih higienis untuk wanita.

Lantas ada pertanyaan, bagaimana caranya serta kapankah saat paling baik lakukan istihdad?

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan kalau istihdad dapat dikerjakan lewat cara menggunting atau memotong rambut ‘rahasia’ itu. Dapat juga dengan mencabut atau mencukurnya.

Dari cara-cara itu, yang paling gampang serta nyaman yaitu mengguntingnya. Sebab bila mencukur dengan alat cukur, beberapa orang cemas dapat terserang kulit yang sangat peka di ruang itu. Sedang bila dicabut, jadi rasa-rasanya bakal sakit. Menggunting relatif aman serta tak muncul rasa sakit sekalipun.


Kapan waktunya?...

1. Saat yang Tepat

Sayyid Sabiq menjelaskan, menggunting bulu ‘rahasia’ itu disunnahkan tiap-tiap minggu. Sedang maksimalnya, paling lama seorang diijinkan membiarkan bulu ‘rahasia’ itu selama empat puluh hari. Tak bisa lebih.

Seperti hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu :


" (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) berikan tempo pada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak serta menggunting bulu kemaluan supaya tak dilewatkan demikian saja kian lebih empat puluh malam " . (HR. Abu Dawud serta Ahmad)

2. Tata Caranya

Mengenai tata langkahnya sesuai dengan saran Rasulullah SAW sebaiknya diawali dari bulu sisi kanan yang teratas lalu menyamping ke kiri.

Hal yang terutama sebelum mencukur bulu kemaluan yaitu disunnahkan untuk membaca basmalah atau doa masuk kamar mandi sesuai sama sabda Rasulullah SAW :


" Penutup pada pandangan jin serta aurat bani adam yaitu saat mereka masuk kamar mandi, mengatakan bismillah. " (HR. Tirmidzi)

Rasulullah mensabdakan kalau Istihdad adalah salah satu sunnah fitrah. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

خَم�'سٌ مِنَ ال�'فِط�'رَةِ ال�'خِتَانُ ، وَالاِس�'تِح�'دَادُ ، وَنَت�'فُ الإِب�'طِ ، وَتَق�'لِيمُ الأَظ�'فَارِ ، وَقَصُّ الشَّارِبِ

“Ada lima hal yang termasuk juga fitrah ; khitan, istihdad, mencabut bulu ketiak, memotong kuku serta memotong kumis” (HR. Bukhari serta Muslim)

Istihdad ini berarti mencukur bulu kemaluan. Lima faedah istihdad sudah di ketahui di jaman modern yaitu kebersihan terjaga, terlepas dari bau, sehat, tingkatkan sensitifitas waktu terkait, serta lebih higienis untuk wanita. (Baca : 5 Hikmah Istihdad)


Lantas ada pertanyaan, bagaimana cara istihdad serta kapankah saat paling baik lakukan istihdad?

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan kalau istihdad dapat dikerjakan lewat cara menggunting atau memotong rambut ‘rahasia’ itu. Dapat juga dengan mencabut atau mencukurnya.

Dari cara-cara itu, yang paling gampang serta nyaman yaitu mengguntingnya. Sebab bila mencukur dengan alat cukur, beberapa orang cemas dapat terserang kulit yang begitu peka di ruang itu. Sedang bila dicabut, jadi rasa-rasanya bakal sakit. Menggunting relatif aman serta tak muncul rasa sakit sekalipun.

Sedang waktunya, Sayyid Sabiq menerangkan, menggunting bulu ‘rahasia’ itu disunnahkan tiap-tiap minggu. Sedang maksimalnya, paling lama seorang diijinkan membiarkan bulu ‘rahasia’ itu sepanjang empat puluh hari. Tak bisa lebih.

Seperti hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu :

وُقِّتَ لَنَا فِى قَصِّ الشَّارِبِ وَتَق�'لِيمِ الأَظ�'فَارِ وَنَت�'فِ الإِب�'طِ وَحَل�'قِ ال�'عَانَةِ أَن�' لاَ نَت�'رُكَ أَك�'ثَرَ مِن�' أَر�'بَعِينَ لَي�'لَةً

“ (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) memberi tempo pada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak serta menggunting bulu kemaluan supaya tak dilewatkan begitu saja kian lebih empat puluh malam” (HR. Abu Dawud serta Ahmad)


Wallahu a’lam bish shawab. Ibnu K/Bersamadakwah

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...
loading...