NU Tidak Tolerir Kekerasan Muslim Terhadap Muslim, dan Non Muslim terhadap Muslim

KETUA Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj mengatakan, Nahdhatul Ulama (NU) selalu mengajak umat Islam untuk hidup harmonis, tidak menyerukan kekerasan atas nama agama. NU tidak pernah mentolerir kekerasan, baik muslim terhadap non muslim, muslim terhadap muslim, atau non muslim terhadap muslim.
“Hingga akhir hayat, NU ingin mewujudkan kehidupan yang harmonis,” ujar Kiai dalam diskusi Strategi Mewujudkan Indonesia Tanpa Pelanggaran HAM di Restoran Horapa, Jl. Teuku Cik Ditiro No 31, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/7).

Menurut Aqil NU juga tidak mentolerir kelompok manapun, yang membela kebenaran dangan cara yang salah. Karena itu, membela negara atau agama, harus dilakukan dengan cara yang benar. Meski diantara kita ada perbedaan pandangan, tetap tidak boleh ada pihak yang mengganggu sedikit pun keharmonisan.
Lebih lanjut Aqil menjelaskan bahwa NU menjunjung tinggi perlindungan dari penegak hukum untuk memberi kepastian hidup yang harmonis, rukun dan damai, sehingga terbangun integeritas moral dan budaya di negeri ini. Perlu diketahui, agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW telah menjamin keharmonisan, memberikan kebebasan beribadah menurut keyakinannya masing-masing. Lakum dinukum waliyadininilah landasannya.
“Warga NU yang jumlahnya 60 juta, tidak pernah bersikap arogan, main hakim sendiri, memiliki komitmen kebangsaan, dan selalu berupaya menaungi kelompok minoritas, melindungi yang muslim maupun non muslim. Sikap NU yang moderat inilah, banyak pihak atau negara ingin mengenal NU lebih jauh.”
Aqil menuturkan sejak kepemimpinan Gus Dur (ketika menjadi Ketua Umum PBNU), prinsip yang dikedepankan adalah wajib melindungi yang minoritas, yang didzalimi, intinya tidak boleh ada permusuhan. Beda agama, suku, dan budaya tidak bisa dijadikan alasan untuk bermusuhan. “Islam yang dibawa Walisongo adalah Islam yang ramah, damai, melebur dengan budaya yang ada. Itulah sebabnya, Islam Nusantara menjadi salah satu tema dalam Muktamar NU di Jombang awal Agustus ini,” tandasnya.
Dalam Islam, siapa yang membunuh orang lain dengan sengaja, apalagi dengan sesama muslim, maka yang membunuh itu akan masuk Neraka Jahannam. Dan itu jelas-jelas melanggar HAM. “Selama saya menjadi Ketua Umum PBNU, tidak ada kegaduhan. Ketika Pemuda Anshor minta izin demo menyikapi kenaikan harga BBM, sebagai Pimpinan PBNU saya melarang. Alhamdulillah masih didengar.”


Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...
loading...