Masya Allah!! Memilukan! Penderita Kusta Ini Terpaksa Angkut Mayat Istrinya Pakai Gerobak Tempuh Jarak 60 Km

Tags



Agustus lalu masyarakat India dan internasional dikejutkan oleh berita seorang pria yang harus menggotong mayat istrinya karena tak bisa menyewa ambulans.

Kini, peristiwa memilukan serupa kembali terjadi di Hyderabad, India.

Seorang penderita kusta, Ramulu, mendorong gerobak berisi mayat istriya untuk kembali ke kampung halaman.

Setelah berjalan 60 kilometer, dia tumbang akibat kelelahan.

Dilansir Daily Mail, Ramulu berusaha membawa istrinya, Kavitha, pulang ke kampung halaman.

Wanita yang juga penderita kusta itu tewas dekat stasiun kereta api di Hyderabad.

Namun uang Ramulu cuma Rs 1,000 (sekitar Rp 196 ribu).

Jumlah itu jauh dari cukup untuk membayar ambulans yang biaya sewanya Rs 5,000 (Rp 980 ribu).

Karena itu Ramulu memutuskan mencoba membawa sendiri mayat istri tercinta.

Ia membuat gerobak sederhana dan meletakkan jasad sang istri di atas kereta dorong itu.

Jarak yang harus ditempuh ke kampung halaman 145 kilometer.

Meski sangat jauh untuk ditempuh manusia dengan berjalan kaki, Ramulu tidak gentar.

Jum'at pagi (4/11/2016) kakek itu berjalan untuk meninggalkan Hyderabad.

Ia terus berjalan sambil menarik atau mendorong gerobak yang mengangkut mayat istrinya.

Dilaporkan NDTV, Ramulu berjalan selama hampir 24 jam.

Tapi kekuatan penderita kusta ini tidak mampu mencapai jarak tempuh sejauh itu.

Pria tua itu tersesat saat malam hari di Kota Vikarabad, di negara bagian Telangana.

Kakek tersebut itu tumbang karena kelelahan.

Padahal saat itu Ramulu sedang bersusah hati karena tak mampu lagi melanjutkan perjalanan.

Ia menangis dan sangat kelelahan.

Masyarakat menjadi iba melihat pria tua menangis di samping mayat istri.

Orang-orang menghampiri dan memberinya uang.

Mereka juga melapor ke polisi dan menyewa ambulans untuk mengangkut Ramulu dan istrinya ke distrik Medak yang jaraknya 80an kilometer lagi.

“Karena ia tidak punya uang untuk menyewa kendaraan apapun, Ramulu meletakkan tubuh Kavitha di gerobak dorong dan berjalan sampai Vikarabad. Sampai di sini sore hari,” kata G Ravi, seorang perwira polisi di Vikarabad.

Menurut laporan, pria itu terpaksa melakukan upacara pemakaman tanpa dukungan dari keluarga dan kerabat.



Meskipun kusta dapat disembuhkan, pasien masih menghadapi diskriminasi. (Tribun Pekanbaru/Ariestia)

sumber.tribunnews.com