Menangis Rasanya Hatiku, Malam Pertama Disuruh Masak Oleh Suami, Namun yang Terjadi Selanjutnya Sungguh Mengejutkan !!! MERINDING BACA NYA

Tags

Menjalani hubungan asmara dengan harmonis serta abadi adalah dambaan banyak pasangan. Tetapi, hubungan tanpa konflik yaitu hal yang dapat disebut mustahil.

Faktanya, banyak pasangan alami kendala serta pertentangan dalam menjaga hubungan untuk selalu berjalan sesuai rencana.

Tetapi, konflik pasangan di Arab Saudi sungguh menarik untuk dijadikan pelajaran terlebih, untuk pasangan yang baru saja melangsukan pernikahan.

Ditulis Eberita. org, selesai melaksanana walimah atau rsepsi pernikahan, ke-2 pengantin itu selekasnya ke apartemen. Malam ini yaitu malam pertama mereka.

Keduanya masih saling terdiam diatas ranj4ng, cuma sekali-kali beradu pandang. Tiba-tiba telepon genggam suami berbunyi. Rupanya ada beberapa orang temannya yang terlambat menghadiri walimah tadi.

“Tadi mobil kami mogok, ” kata teman dibalik telephone. Mereka menyampaikan kabar posisi mereka serta bakal tiba beberapa waktu lagi di apartemen, bila sang pengantin mengijinkan. Mereka tahu persis kalau ini yaitu malam pertama hingga mereka tidak ingin mengganggu. Rupanya, sang pengantin bukan sekedar mengijinkan, ia juga bertanya apakah mereka telah makan.

“Belum, ” jawab mereka dengan polos.

“Baiklah, nanti saya bakal meminta
istriku menyiapkan makan malam untuk kalian”

“Yang benar saja. Ini malam pertama, tidak mungkin ada pengantin wanita yang mau masak di malam pertama. ”

“Ya bila tidak mau tinggal saya belikan makanan yang telah jadi, ” jawabnya.

Laki-laki itu lalu memberitahu istrinya kalau sebagian temannya akan tiba. “Kita sediakan makan malam untuk mereka ya, mereka datang dari jauh. Tadi mobilnya mogok. Insya Allah ini bagian dari memuliakan tamu, ” sang istri mengangguk. Walau dalam hati ia sebenarnya agak keberatan ada tamu di malam pertama mereka.



Sang suami pamit keluar untuk ke supermarket


terdekat. Tidak seberapa lama, ia juga kembali sembari membawa beberapa kantong belanjaan. Begitu
terkejutnya sang istri, rupanya suaminya beli bahan-bahan mentah. Bukan makanan yang sudah jadi.

“Tolong masakkan untuk tamu kita ya, ” kata sang suami. Mendengar ini, tangis sang istri nyaris pecah. Ia disuruh masak di malam pertama? Namun untuk mentaati suami yang baru malam ini mereka berduaan, sang istri tak protes. Ia bergeges pergi ke dapur yang lokasinya menyatu dengan ruang tamu apartemen itu.

Sang suami tidak paham, waktu mulai memasak, mata istrinya telah berkaca-kaca. Ia tidak mengerti kenapa ia mesti masak pada malam pertama. Ada butir-butir bening mulai membasahi pipinya.

Bel berbunyi. “Assalamu’alaikum…” ucap salam terdengar serentak waktu sang suami membukakan pintu. Rupanya beberapa rekannya sudah datang, pas di waktu istrinya nyaris usai memasak.

Melihat pengantin wanita itu memasak, 10 pemuda itu terpana. Mereka tidak menganggap kalau mereka bakal dijamu dengan makan malam yang dimasak oleh pengantin baru.

Usai makan serta mengucapkan selamat dan sedikit bincang-bincang, mereka undur diri. Tidak lupa mereka meminta maaf karena sudah mengganggu.

Saat sang suami mengantar mereka ke depan pintu ruangan apartemen, istrinya membatin. “Mungkin baiknya besok saya minta diantar pulang ke rumah orang-tua. ” Tetapi begitu terkejutnya muslimah itu, sang suami masuk ke apartemen sembari memberikan duit 50 ribu riyal padanya.

“Apa ini? ”

“Ternyata tadi sebagian temanku sama-sama berjanji keduanya, bila engkau ingin memasak pada malam pertama ini, masing-masing mereka bakal memberi 5. 000 riyal. Serta mereka tak membayangkan ada istri shalihah sepertimu yang ingin memasak di malam pertama untuk menghormati tamu suaminya. ”

Masya Allah… barusan perasaan sang istri berkecamuk serta ingin pulang ke rumah orangtua, rupanya Allah memberi kejutan indah kepadanya.

Karena ketaatannya pada suami serta menghormati tamu, Allah memberikan hadiah 50. 000 riyal (setara Rp 190 juta). Diluar itu, ia juga memperoleh pujian dari suaminya. Satu tanda cinta yang menghangatkan malam pertama. Serta masalah malam pertama itu, masihlah ada saat. Toh baru tengah malam.