Masya Allah..!!, Rumah Gedek Mak Alung Seperti Mau Rubuh, Apalgi JIka Turun Hujan Disertai Angin


Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat



SEDEKAH KEMANUSIAAN. DI TENGAH DAERAH YANG MASIH DIKENAL DENGAN LUMBUNG PADI NASIONAL, TEPATNYA DI KP. KEDUNG MULYA, DESA PASIRKALIKI, KECAMATAN RAWAMERTA, HIDUP SEORANG NENEK TUA BERUMUR LEBIH DARI 68 TAHUN BERSAMA ANAKNYA YANG MENDERITA JANTUNG TINGGAL DI SEBUAH RUMAH KECIL YANG TERBUAT DARI RANGKA KAYU DAN DINDING GEDEK BAMBU YANG KONDISINYA SUDAH SANGAT REYOT BAHKAN HAMPIR RUBUH. BAHKAN HUJAN ANGIN TELAH MERUBUHKAN BAGIAN BELAKANG DARI RUMAH GEDEK TERSEBUT.


Di usianya yang sudah sangat renta, Warlem binti Aja (Mak Aleung) masih gigih bekerja sebagai tukang pijit dan kerja serabutan sesuai kemampuannya. Kadang Mak Aleung diminta tetangganya untuk bersih bersih rumah. Mak Aleung pun masih mampu berjalan 1 kilometer ke kampung lain, bila ada yang membutuhkan tenaganya.

Sementara anak ke tiganya, Warda bin Saryan (Warda), meskipun sudah berkeluarga dia rela menemani ibunya yang sudah tinggal sendiri. Warda bekerja berjualan kue Cireng dan sejenisnya di Sekolah Dasar yang tak jauh dari rumahnya. Diapun terkendala penyakit jantung yang dideritanya sejak 4 tahun belakangan ini, sehingga tak mungkin berjualan di tempat yang lebih jauh.



Dengan penghasilan yang begitu minim, yang hanya cukup untuk makan sehari-hari, bahkan sering kali masih kurang, Mak Aleung dan anaknya tak lagi mampu memperbaiki rumahnya. Sehingga rumahnya yang terbuat dari gedek bambu dengan tiang-tiang kayu dan batang pohon kelapa sudah sangat lapuk dan reyot dimakan usia dan rayap.



“Kalau hujan deras beserta angin, rumah ini bergoyang-goyang mau rubuh. Air hujan pun masuk dari semua sudut” ujar Wardana. “Rumah kami sebetulnya sudah pernah dua kali di survey baik dari petugas desa maupun sebuah LSM, tapi hingga sekarang belum ada realisasinya” tambah Warda.



Mak Aleung beserta anaknya sangat berharap ada yang peduli dan membantu kesulitannya. Dia berharap dari semua pihak khususnya kaum muslimin untuk membantu merenovasi rumah reyot mereka yang berukuran kurang lebih 8 x 8 m2 itu. Mak Aleung hanya berharap dapat bernaung di rumah yang layak huni sehingga dapat menjalani hidup dan beribadah, di sisa usia senjanya, dengan tenang dan nyaman.





Kami berharap kepedulian dan donasi Anda, karena Sedekah Kemanusiaan yang Anda tunaikan akan menjadi solusi bagi Mak Aleung dan insya Allah dicatat sebagai amal ibadah yang mengalirkan pahala dari Allah SWT, Aamiin.



sumber.islampost.com

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...
loading...