KABAR MENGHEBOHKAN KEANGGOTAAN POLISI INDONESIA!!! Seorang Polisi Bripda Bunuh Diri di Depan Pacarnya Bripda Fitri, Tinggalkan Rahasia Di Facebook. Inilah Kisahnya…



Meninggalnya polisi yang bertugas pada Unit Reskrim Polres Mamuju, Bripda Ricky Ricardo Tanasal meninggalkan kesedihan mendalam untuk sang kekasih BripdaFitria Indrawati serta tentu saja keluarganya.



Saudara wanita Ricky, Chy Tanasal mengutarakan kesedihannya yang demikian mandalam melalui akunnya padaFacebook, Kamis (3/12/2015) serta Jumat (4/12/2015).

Walaupun sedih ditinggal orang tercinta, tetapi keluarga ikhlas melepas kepergian itu untuk menghadap kepad Sang Pencipta.

Chy berharap, Ricky bisa berstirahat secara tenang di alam sana serta nantinya bakal bersua dengan keluarga.

Keluarga tidak bakal pernah lupa pada Ricky, terlebih almarhum di kenal sebagai sosok berperilaku baik semasa hidupnya.

Menurut Chy, bila lihat perilakunya semasa hidup serta didikan orang tua, keluarga tidak yakin seandainya Ricky tega mengakhiri hidup dengan cara tragis, yakni bunuh diri, Rabu (2/12/2015).



Berikut ini tulisan ungkapan perasaan Chy selengkapnya yang di-posting sebagai status account pada Facebook. “Adik ku.... Istirahatlah dengan tenang, bantu kakak jagalah ayah ibu serta adik fifi dari sana ya... kakak selalu ingat ade Ricky senantiasa sms (cuma kita berdua saja yg tau isi smsnya apa) serta nanyain hal yang sama.. berat rasa-rasanya ditinggalkan lewat cara yang tdk lumrah, namun ayah ibu kakak serta ade fifi bakal senantiasa mengingat kebaikan serta hal2 lucu yang kita lalui hari kemarin.. Nantinya kita semuanya bakal berjumpa di sana... namun bila kita berjumpa, hal pertama yg kakak bakal kerjakan yaitu ngejewer kuping anda dek, kenapa tega ninggalin kami secepat itu... Kami sekeluarga mohon maaf bila beliau ada salah yg disengaja atau tak disengaja..

Pulanglah dengan damai kerumah BAPA disorga adik ku... ‪#‎bripdaRicky ‪#‎RickyRicardoTanasal, ” sekian di-posting pada pukul 23. 06 Wita, Kamis (3/12/2015).



Lalu pada jam 18. 51 Wita, Jumat (4/12/2015), dia mem-posting, “Saya kenal watak adik saya, beliau tdk bakal tega meninggalkan kami lewat cara seperti ini, orgtua tdk mendidik kami bertiga jadi org yang lemah... Tolong janganlah hakimi adik saya dengan



pernyataan sepihak.. Adik saya pernah menyampaikan suatu hal, namun biarkanlah jadi rahasia kami. Pelan2 tabir itu tersingkap, tp tak ada dendam, tdk ada tidak suka, karena semuanya akan tidak kembalikan keceriaan serta kebanggaan kami sekeluarga!!!

Adik ku, karena mu kami mengikhlaskan semuanya... Big love, kisses and hugs only for you my little brother. ”

Saya kenal watak adik saya, beliau tdk dapat tega meninggalkan kami lewat cara seperti ini, orgtua tdk mendidik kami...

Posted by Chy Tanasal on ; Friday, 4 December 2015



Tangannya mendadak meraih senjata api di dasboard mobil lantas mengarahkan ke kepala di belakang telinganya.

“Jangan......!!!!!!, ” teriak Bripda Fitria bersamaan dengan itu terdengar suara.... Dooorrr......

D4rah muncrat dari kepala Ricky.

Fitria segera turun dari mobil lantas menelepon rekannya di Polres Mamuju.



Personel Polres Mamuju tiba di tempat dan mengevakuasi Bripda Ricky ke Rumah Sakit Mitra Manakarra, Mamuju. Sesudah observasi, dokter di RS Mitra Manakara meyakinkan proyektil bersarang di kepala Bripda Ricky.

" Ada sisa proyektil di kepalanya, mesti dirujuk ke Makassar, ” kata sang dokter.

Bripda Ricky lalu dinaikkan ke mobil ambulans untuk dibawa ke Makassar.

Tetapi dalam perjalanan, di daerah Polman, kurang lebih 246 km. lagi ke Makassar, Bripda Ricky wafat dunia.



Ambulans memutar arah kembali pada rumah keluarga Bripda Ricky untuk disemayamkan dirumah duka.

Polisi meyakinkan Bripda Ricky meninggal dunia selesai menembak kepalanya lantaran problem asmara dengan pacarnya.



" Ia cuma khilaf serta lagi emosional waktu cekcok dengan pacarnya, " tutur Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pudji Hartanto. Kapolres Mamuju, AKBP Eko Wagiyanto, menyampaikan, keluarga menampik otopsi lantaran menganggap peristiwa itu yaitu musibah.



" Korban awalannya dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Manakarra, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Namun lantaran keadaannya kritis, dirujuk kata Eko menerangkan.

Eko menerangkan sangkaan sesaat penyebabnya pertikaian pada korban dengan kekasihnya karena ketidaksamaan agama pada keduanya.

" Infonya seperti itu. Namun masihlah kita dalami, " tuturnya.

Bripda Fitria telah disuruhi info.

" Lantaran waktu peristiwa korban tak tengah sendiri di tempat kejadian tetapi bersama Bripda Fitria, jadi Bripda Fitria kita ambillah keterangannya untuk mengusut masalah itu. Bila nyatanya kelak dapat di buktikan itu bunuh diri apatah lagi lantaran masalah cinta, kasusnya tak dapat dianjutkan lantaran itu hak azasi manusia, " kata Eko. (*)




Sumber.tribunnews.com

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...
loading...