Ini Dia, Pengalaman Nyata Orang-orang yang Mengalami Mati Suri

Mati suri adalah salah satu fenomena dalam diri manusia yang masih banyak diperdebatkan. Mati suri adalah keadaan seseorang yang sudah dianggap tak bernyawa karena denyut nadi dan napas yang tak bisa ditemukan lagi dalam diri seseorang. Banyak yang percaya bahwa mati suri seperti cara lain Yang Maha Kuasa untuk dekat dengan manusia.

Secara ilmiah, kondisi tersebut dianggap sebagai tidur yang terlalu dalam atau nyenyak. Seperti dilansir djurnal.com, Kepala Bedah Saraf Rumah Sakit Mayapada Tangerang, dr Roslan Yusni Hasan mengatakan sel-sel dan organ tubuh seseorang masih bekerja dengan baik.

Pengalaman-pengalaman selama mati suri yang dialami 10 orang ini pun di rangkum dalam kisah-kisah di bawah ini.


Roslan menambahkan bahwa fenomena seperti ini sebenarnya bisa diketahui bila melalui pengecekan lebih dalam pada aktivitas batang otak manusia. Namun, pada akhirnya, banyak yang lebih percaya bahwa mati suri merupakan kejadian yang bisa membuat seseorang "tersadarkan".


foto by google


1. Disiksa terus sampai bertemu sang ibu.
Ulul mengidap penyakit TBC, yang pada 2002 silam dirinya tiba-tiba merasakan kedinginan yang tak tertahankan pada pukul 01.00 dini hari. Uniknya, Ulul mengaku bahwa dirinya sadar akan dicabut nyawanya. Namun, perlahan-lahan dirinya mulai lupa akan semua kenangannya di dunia.

Pada saat itu, keluarganya telah menyimpulkan bahwa dirinya telah meninggal. Sebelum benar-benar merasa "hilang", dirinya masih mendengar suara tangisan keluarganya. Kemudian, dia merasa hampa, merasa tubuhnya ada yang menarik dan menghempaskannya ke alam yang gelap.

Dirinya pun terbangun dalam keadaan telanjang di sebuah jalanan panjang tak berujung yang sepi. Namun, di tengah kebingungannya, dia tiba-tiba melihat sebuah cahaya dengan kecepatan tinggi mengarah padanya. Dia seperti tersedot ke dalamnya. Saat dia membuka matanya, tampak tiga sosok yang dia sebut sebagai "monster hitam dengan wajah buruk" menghampiri dan menyiksanya.
Dirinya meminta ampun, tapi tak digubris oleh makhluk itu. Setelah sudah mulai tak berdaya, Ulul secara perlahan mengaku melihat ibunya dari kejauhan memandangnya. Dia pun ingin meminta tolong, tapi kata "ampun" malah yang keluar dari mulutnya. Tak lama setelah berteriak minta ampun pada ibunya ketiga makhluk itu hilang.
2. Menyaksikan ibu kandungnya disiksa.
Tak lama, dia pun merangkak ke arah ibunya dan seperti disentuh oleh ibunya yang membuatnya merasa semua siksaan itu hilang. Kemudian, ibunya menghilang dan dia merasa tanah yang dipijaknya seperti langsung hilang dan dia terjatuh ke lembah tak berujung. Tak lama kemudian dia seperti mendarat di bantalan empuk kemudian dia pun sadar dari "kematiannya" dan mendapati keluarga yang menangisi kepergiannya.
Seorang wanita di Probolinggo mengalami sakit parah selama tujuh hari. Memasuki hari ke tujuh, dirinya pun dianggap meninggal. Dirinya juga merasakan sakitnya dicabut nyawanya, sakit yang tak tertahankan.
Namun, ketika dicabut nyawanya, wanita itu tak merasa apapun lagi. Dia pun disambut dua malaikat berbaju putih. Kemudian, dirinya dibawa oleh kedua malaikat itu ke sebuah tempat di mana ada seseorang yang sedang disiksa.
Tak disangka, itu adalah ibu kandungnya yang sudah meninggal terlebih dahulu. Badannya digantung dengan rantai yang menusuk di tubuh. Kemudian diceburkan dengan lahar panas penuh darah. Teriakan minta tolong pun didengar datang dari sang ibu. Wanita itu pun tak kuasa dan ingin menolong ibunya.
Malaikat pun mencegatnya untuk mendekat. Malaikat melarangnya karena dianggap dirinya tak bisa melepaskan dosa dan akibat yang harus ditanggung oleh ibu kandungnya sendiri. Wanita itu pun bertanya apa yang dilakukan ibunya, malaikat menjawab bahwa ibunya telah mengugurkan bayi semasa muda. Bayi tersebut adalah adiknya sendiri.
Wanita itu pun terhentak dengan cerita itu dan meminta untuk melihat adiknya. Semuanya berubah ketika mereka membawanya ke lokasi adiknya. Namun, ketika dia ingin mendekat, tiba-tiba suara menggema terdengar dan tubuhnya tertarik ke belakang, kemudian seperti terjatuh.
Tak lama dia pun tersadar dan melihat kondisinya yang sudah mau dimandikan oleh pihak keluarganya.

3. Melihat manusia berdosa disiksa.

Aslina adalah seorang mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis, Riau. Pada 2006 silam, Aslina yang masih berusia 25 tahun dinyatakan meninggal oleh pihak dokter yang menanganinya. Sebelumnya, Aslina memang mengidap penyakit gondok sejak usia 20. Dirinya menghembuskan napas terakhir di depan pamannya yang mengantarnya ke Jakarta dengan tujuan awal pengobatan yang lebih baik.
Sebagai yatim piatu, Aslina memang tinggal bersama keluarga pamannya. Ketika menghembuskan napas terakhirnya, Aslina mengaku merasakan ada malaikat pencabut nyawa yang memegang kaki kanannya lalu mengangkat jiwanya keluar dari tubuh.
Aslina pun dibawa oleh kedua malaikat itu. Ketika berjalan bersama mereka, Aslina melihat banyak sekali orang yang disiksa oleh makhluk tinggi, besar, hitam, dan dipenuhi bulu. Siksaan mulai dari seorang laki-laki yang memikul besi berat di punggungnya. Kemudian, tubuh seseorang yang terus menerus dihujam besi, selain itu ada pula yang kulit dan daging terkelupas.
Ketika sudah keluar dari tubuhnya, Aslina tersadar dan bisa melihat paman, dokter dan jasadnya sendiri dalam ruangan rumah sakit itu. Kemudian, dua malaikat dengan berpakaian putih. Jantung Aslina berdegub kencang ketika mendengar suara menggema dari salah satu malaikat itu.
4. Desa aneh dan teman bermain dengan wajah pucat.
Setelah melewati tempat siksaan, Aslina bertemu dengan sosok malaikat yang mengaku sebagai "Amal"-nya. Kemudian, terdengar bacaan doa di sekelilingnya. Kemudian, Aslina pun dituntun untuk berjalan ke cahaya dan kembali pada tubuhnya.
Ketika masih kecil Gunawan dikenal sebagai anak yang sering sakit-sakitan di kampungnya. Pada suatu sore, Gunawan merasakan tubuhnya tak sakit lagi dan kembali bersemangat. Kemudian, dia pun mengajak kakak dan beberapa temannya di kampung untuk bermain di tepi desa dekat dengan sebuah aliran sungai.
Namun, Gunawan merasa ada yang aneh ketika dia sampai di perbatasan kampungnya itu. Melihat sekeliling dia seperti tak mengenali kondisi desanya yang sangat sunyi dan dipenuhi kabut. Kakak dan teman-temannya pun hanya berdiri diam dengan wajah pucat.
Mendengar hal tersebut kakak dan teman-temannya hanya menatapnya kosong. Gunawan sendiri sudah ketakutan dengan raut wajah pucat dan tatapan kosong orang-orang yang dia kira dia kenal. Dia akhirnya menolak terus-terusan, hingga "kakaknya" membawanya pulang ke rumahnya.
Ternyata, di dunia nyata, Gunawan sudah tak bangun hampir 12 jam. Saat itu, dokter yang ada di desa pun sudah menyerah dengan kondisinya. Gunawan sendiri akhirnya menyadari ada yang aneh. Tiba-tiba salah satu temannya itu mengajaknya untuk meneruskan permainannya, tapi dia menolak.
Setelah tepat di depan rumah, Gunawan tak melihat kakaknya, tapi hanya mendengar suara tawa yang pelan-pelan menghilang. Kemudian, tatapannya gelap dan dia terbangun dengan posisi badannya yang sudah siap dimandikan sebagai "mayat".

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...
loading...