Subhanaallah..!!, Kisah Inspiratif Seorang Petani Pisang Beri 'kuliah umum' di Italia

Tags


Lasiyo Syaifudin, seorang petani pisang dari Kabupaten Bantul, Yogyakarta, berkesempatan melawat ke Italia. Lasiyo didampingi komunitas Slow Food Yogyakarta akan bertolak ke kota Turin,


Pakar pisang itu bakal memberikan 'kuliah umum' dalam forum Salone del Gustro Terra Madre (SGTM). Pertemuan itu membahas soal pangan berkelanjutan dan ramah lingkungan.



Lasiyo menyatakan, selama ini dia dan kelompok tani Puspita Hati melestarikan pisang dengan menanam 17 jenis. Semuanya merupakan jenis lokal.



"Ada pisang Raja Bagus, Raja Bulu, Raja Sere, Raja Jengkel, Kapok Kuning, Ambon Kuning, Ambon Lumut, Raja Pulut, Raja Kidang, Pisang Susu, Raja Sewu, Pulut, Kluthuk, Mas Kirana, Gabu, dan Moro Sebo," ujar Lasiyo, Kamis (18/8).



Menurut Lasiyo, jumlah jenis pisang di Indonesia amat beragam. Keberagaman akan punah jika tidak ada yang merawat dan mewariskan pada generasi muda.



"Berbagai jenis pisang lokal ini harus dilestarikan agar tidak punah," ujar Lasiyo.



Lasiyo sudah menggeluti bidang pertanian sejak 1997 membeberkan alasan kenapa mesti melestarikan keberagaman varietas pisang. Dia menerangkan, ada salah satu pisang melegenda di Pulau Jawa, yakni pisang Raja Bagus. Di masa lalu, pisang ini adalah makanan istimewa kerajaan.



"Selama ini sehubungan dengan kurang pengertian masyarakat akan beragamnya jenis pisang, sehingga tidak bisa membedakan antara pisang Raja Bagus dengan pisang lainnya," ucap Lasiyo.



Salah satu anggota Slow Food Yogyakarta dan Koordinator Ark of Taste Presidia Pisang, Amaliah, menyatakan memilih Lasiyo karena dedikasinya dalam budidaya keberagaman pisang. Menurut dia, petani adalah pahlawan karena berkaitan dengan hajat hidup banyak orang.



"Pandangan umum berpikir petani itu bodoh, ngapain diajak ke luar negeri. Tapi buat kami, petani seperti Lasiyo adalah pahlawan nyata," kata Amaliah.



Amaliah menjelaskan, nantinya Lasiyo dan komunitas Slow Food Yogyakarta berkesempatan berbicara di Banana Forum. Yaitu salah satu dari rangkaian acara SGTM. Forum ini menolak penyeragaman pangan di dunia dalam bentuk makanan cepat saji diproduksi perusahaan multinasional.



"Harapannya agar petani seperti Lasiyo dan lainnya terus menjaga keberagaman pisang. Mengingat gempuran perusahaan multinasional yang menyeragamkan jenis pisang Cavendish," ucap Amaliah.