Pelajari Selengkapnya 100 Dosa Wanita Menikah Soal Uang"Ayo Baca Dan Tolong Sebar Kan Agar Banyak Yang Tau.

Tags

Sepuluh hal semacam ini dapat m3ny3ret seseorang wanita yang telah b3rk3luarga terjebak pada kondisi keuangan yang k4rut-m4rut.

Jangan pernah ini berlangsung pada Anda.

1/Cuek pada keuangan rumah tangga Mereka ini yaitu tipe istri yang tutup mata pada harta kekayaan keluarga. Mereka lebih sukai menyerahkan semua masalah keuangan rumah tangga pada suami. Seseorang istri minimum mesti tahu semuanya aset serta utang keluarga, termasuk juga utang suaminya.

Beberapa istri juga disarankan tidak untuk asal-asalan di tandatangani dokumen tanpa ada membaca dengan cermat isi serta bentuk kesepakatan yang termuat di dalamnya.

Hal semacam ini untuk memperkecil resiko harta bawaannya turut tergadai, bila si suami bangkrut atau terlilit utang.

2/Kurang adil membagi pekerjaan serta tanggung jawab keuangan
Ada tipe wanita menikah serta berkarier yang tidak ingin rugi.

Mereka terasa, pendapatan bulanan yaitu hak prerogatifnya yang dapat digunakan sesuka hati.

Sesaat, masalah nafkah rumah tangga seutuhnya tanggung jawab suami.
Bila memanglah si suami dapat serta oke dengan pola keuangan seperti itu, ya, tidak jadi masalah.

Namun, bila tidak, wah, masalah dapat kritis. Suami yang jengkel dapat menganggap istri tidak dapat menyesuaikan diri, serta pada akhirnya menyebabkan ‘p3r4ng’.

Untuk menghindar konflik ini, baiknya p4s4ngan suami-istri duduk berbarengan serta mengadakan komunikasi mengenai keuangan keluarga. Jangan pernah ada satu diantara pihak yang terasa dirugikan. 3/Tidak mengelola rekening pribadi Wanita menikah biasanya terasa dianya tidak perlu lagi miliki rekening pribadi. Ia merasa telah aman lantaran memiliki rekening berbarengan suami.

Hal semacam ini sesungguhnya kurang bijaksana, lantaran dapat bikin wanita itu jadi ‘benalu’ serta tidak mandiri dengan cara finansial.

Lagi juga, bila hingga berlangsung beberapa hal tidak dikehendaki, umpamanya p3rcer4ian atau suami wafat, ia mesti semakin banyak ‘belajar’ supaya dapat survive dengan cara finansial.

4/Tidak mempunyai pendapatan sendiri Ada beberapa wanita yang mengambil keputusan berhenti berkarier sesudah menikah lantaran menginginkan keseluruhan mengurusi keluarga. Memanglah, semuanya yaitu pilihan. Namun, didunia ini tidak ada yang kekal.

Mungkin hari ini suaminya sehat, namun th. depan terserang stroke yang menyebabkan dia sangat terpaksa berhenti bekerja.
Bila memanglah pilih berhenti kerja, baiknya wanita tetaplah mengasah skill yang dia punyai.

Coba mengelola aset yang ada, seperti menyewakan apartemen atau berwirausaha dengan buka usaha j4hit4n.
Dengan begini, dunia Anda tidak semuanya roboh, bila hingga berlangsung suatu hal yg tidak dikehendaki.

5/Royal untuk kepentingan anak 
Bukanlah rahasia lagi, seseorang ibu sering kali jadi kurang realistis dalam memberi sarana pendukung aktivitas anak.

Walau sebenarnya, biasanya beberapa ibulah yang bikin ketentuan dalam memastikan sekolah, makanan, atau perlengkapan si anak.

Yang jadi permasalahan, ibu-ibu ini sering tidak memikirkan panjang. Entah untuk gengsi atau terasa anak yaitu investasi periode panjang, mereka memasukkan anak ke sekolah berskala internasional, membelikan perlengkapan sekolah yang mahal, atau makanan berkwalitas paling baik yang harga nya mencekik leher.

Walau sebenarnya, pendapatan keluarga pas-pasan. Pola fikir itu kurang bijaksana.

 Pendidikan yang baik tidak selamanya mesti mahal.

Yang utama, sekolah itu miliki mutu serta disiplin yang baik, dan mendukung kreatifitas anak.

6/Hoby jadi Sinterklas
Karakter wanita yang suka melindungi jalinan, sering membuatnya terasa bersalah bila cuma menggunakan duit untuk dianya.

  Beberapa wanita menikah pada akhirnya beralih jadi ‘Sinterklas’ yang suka mengobral hadiah.

Waktu beli kue, umpamanya, ia terasa kurang afdal bila cuma beli untuk suami serta anaknya.

 Ipar, mertua, orangtua, sampai adik juga masuk daftar.
  Dapat ditebak, duit juga ludes untuk tindakan ‘amal’ yang tidak sangat utama ini.

7/ Berasumsi diri bebas tragedi
Betapapun romantisnya Anda, tetaplah butuh diakui kalau hidup serta cinta tidaklah kekal.
  Tidak ada yang tahu, berapakah lama cinta suami akan bertahan, atau demikian sebaliknya.

  Tidak ada juga yang tahu, kapan kematian menjemput.
 P3rc3raian atau ditinggal mati suami tidaklah suatu hal yang tidak mungkin menerpa Anda.

Karenanya, tidak ada kelirunya mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana serta beberapa hal tidak terduga dengan bikin rencana keuangan pribadi.

8/Kurang memahami ketidaksamaan harta bawaan serta harta bersama
Realistis sajalah.

Resiko terburuk pernikahan bukanlah saja perceraian, namun juga kematian suami. Nah, bila Anda seseorang istri yang betul-betul ‘buta’ akan pembelahan harta bawaan serta harta berbarengan, bebrapa dapat Anda serta anak-anak jadi korban.

Belajar untuk mengerti sisi sebagai hak Anda serta anak-anak, tidak pamali, kok.
  Seringkali, duit serta warisan yang segunung jadi dapat menyebabkan ‘perceraian’ keluarga besar, lantaran –siapa tahu-- ada pihak yang gelap mata untuk keuntungan sendiri.

 9/Tidak memiliki rekening pensiun sendiri
Bila Anda wanita menikah serta tetap masih bekerja, hal semacam ini tak jadi permasalahan.

 Perusahaan tempat Anda bekerja akan mengatur seluk-beluk rekening pensiun Anda.
  Namun, bila Anda berwirausaha atau keseluruhan jadi ibu rumah-tangga, Anda harus juga siaga untuk ‘sedia payung sebelumnya keriput’.

 Ke mana mesti pergi mengurusi rekening pensiun Anda?
Mike merekomendasikan dua tempat, yaitu bank serta perusahaan asuransi. Nah, kesanalah Anda mesti pergi....

 10/Tidak mengerti prosedur klaim asuransi
Jaman saat ini, asuransi memanglah sudah jadi keperluan.
Wanita menikah semestinya bukan sekedar mempunyai polis asuransi, namun juga memahami ketentuan mainnya.

Wanita menikah minimum mesti tahu resiko yang bakal dijamin perusahaan asuransi serta bagaimana prosedur klaimnya.