PBNU Tak Ingin Turki Bernasib seperti Mesir

Tags

Kudeta militer di Turki telah mengejutkan dunia, tak terkecuali Nahdlatul Ulama, yang merupakan salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia.
Nahdlatul Ulama mengaku amat berkepentingan terhadap kondisi keamanan Turki. Mengingat negara ini menyimpan banyak artefak-artefak penting sejarah perkembangan Islam. Mulai dari stempel yang digunakan Rasulullah SAW dan benda-benda bersejarah berharga yang tersimpan di berbagai museum di Turki.
Menurut laporan nu.or.id pada Senin (18/7/2016), Sekjen PBNU H. Helmy Faishal Zaini menyatakan keprihatinannya atas terjadinya krisis politik di Turki.
“Kami prihatin dan sedih dengan adanya ketidakpastian tersebut tanpa berpretensi siapa yang berkuasa. Jangan sampai Turki mengalami nasib seperti Mesir,“ ungkap Zaini dalam  diskusi Taswirul Afkar, dengan tema “Kudeta Turki, Transisi atau Konspirasi” yang berlangsung di perpustakaan Gedung PBNU..

Berkaca dari Mesir, dari kunjungannya sebelum dan sesudah krisis politik, terlihat dengan jelas Mesir yang sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan kemudian menjadi sepi.
Pergantian kekuasaan secara paksa bisa saja menyebabkan benda-benda peninggalan Islam dihancurkan sebagaimana yang pernah terjadi di Arab Saudi yang memusnahkan banyak sekali benda-benda bersejarah.
“Jangan sampai Turki mengalami krisis dan akhirnya menjadi negara konflik, seperti Pakistan dan negara-negara Muslim dengan akhiran ‘tan’ seperti Afghanistan dan lainnya,” tambah Zaini.

Meski Turki telah enam kali mengalami kudeta oleh militer, namun tetap saja peristiwa ini mengagetkan dunia. Padahal, Turki selama lebih dari satu dekade ini diperintah oleh kelompok sipil yang secara nyata menghasilkan kemajuan dalam berbagai bidang.